Mourinho, Mkhitaryan, dan Smalling Sudah Juara Lagi, MU Kapan?

Tim Detikcom - Sepakbola
Kamis, 26 Mei 2022 08:40 WIB
STADIO GIUSEPPE MEAZZA, MILAN, ITALY - 2022/04/23: Players of AS Roma pose for a team photo prior to the Serie A football match between FC Internazionale and AS Roma. FC Internazionale won 3-1 over AS Roma. (Photo by Nicolò Campo/LightRocket via Getty Images)
Henrikh Mkhitaryan (depan, kedua dari kiri) dan Chris Smalling (belakang, ketiga dari kiri) sudah juara lagi usai tinggalkan MU (LightRocket via Getty Images/Nicolò Campo)
Tirana -

Keberhasilan AS Roma juara Europa Conference League tak lepas dari tiga mantan anggota Manchester United. Lalu, kapan Setan Merah bisa raih trofi lagi?

Roma menghadapi Feyenoord pada partai final di Air Albania Stadium, Kamis (26/5/2022) dini hari ini. Ini adalah partai final pertama Roma di Eropa setelah Piala UEFA 1991.

Roma yang akhirnya jadi juara setelah menang 1-0 berkat gol Nicolo Zaniolo di menit ke-32. Setelah lama tidak meraih trofi, sejak 2008, Roma dan fansnya pun bisa berpesta pora.

Ini adalah trofi perdana Roma di kompetisi Eropa, sementara Mourinho membuktikan kalau dirinya belum habis dan masih bisa mencatatkan sejarah sebagai pelatih pertama yang mengawinkan gelar Liga Champions, Liga Europa/Piala UEFA, dan Conference League.

Ada yang unik dari sukses Roma menjuarai kompetisi yang dibilang kasta ketiga di Eropa tersebut, yakni terkait Manchester United. Kebetulan selain Mourinho sebagai eks manajer, ada juga dua mantan pemain MU yakni Henrikh Mkhitaryan dan Chris Smalling.

Mourinho, Mkhitaryan, dan Smalling termasuk bagian skuad MU yang menjuarai Liga Europa 2016/2017, usai menang 2-0 atas Ajax Amsterdam. Seperti tadi malam, Smalling dan Mkhitaryan saat itu juga jadi starter.

Mkhitaryan jadi yang pertama meninggalkan MU usai dilepas ke Arsenal pada Januari 2018, sebagai alat tukar Alexis Sanchez.

Lalu, Mourinho dipecat per Desember 2018 dan digantikan Ole Gunnar Solskjaer. Smalling jadi yang terakhir didepak MU saat dijual ke Roma pada 2020, setelah dipinjamkan lebih dulu semusim.

Ironi buat MU adalah sepanjang lima tahun itu, mereka tidak pernah memenangi apapun dan ketiga orang yang dibuang itu jadi juara di klub yang sama.

"Hal terhebat soal karierku adalah, selain trofi Liga Europa bareng Manchester United, rasanya sangat-sangat spesial bisa juara bareng Porto, Inter, dan Roma. Wajar jika Anda jadi juara ketika orang-orang mengunggulkan, ketika Anda sudah jor-joran. Tapi beda rasanya, ketika memenangi sesuatu yang akan bertahan selamanya, terasa sangat spesial," ujar Jose Mourinho di Sky Sports.

(mrp/raw)