Mourinho Masih The Special One

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 26 Mei 2022 09:20 WIB
TIRANA, ALBANIA - MAY 25:  AS Roma Manager Jose Mourinho celebrates at the end of the UEFA Conference League final match between AS Roma and Feyenoord at Arena Kombetare on May 25, 2022 in Tirana, Albania. (Photo by Chris Brunskill/Fantasista/Getty Images)
Jose Mourinho mengantarakan AS Roma juara UEFA Conference League. (Foto: Getty Images/Chris Brunskill/Fantasista)
Tirana -

Jose Mourinho belum habis. Sentuhannya masih bertuah hingga AS Roma yang 'dikutuk' itu kini larut dalam suka cita. Roma adalah juara Eropa.

Ketika Mourinho datang ke Roma, tak sedikit yang memandang sebelah mata dan menyebutnya sudah habis. Ia dianggap gagal di Manchester United dan Tottenham Hotspur.

Tapi Roma mempercayainya. Klub yang dikutuk sulit juara itu butuh sosok yang bisa mengangkat mentalitas tim dan sudah terbukti sebagai pemenang. Giallorossi, yang tak pernah juara sejak 2008, butuh seseorang yang bisa membawa mereka ke trofi bagaimanapun caranya.

Dan pria Portugal itu menjawabnya dengan sebaik-baiknya. Roma dibawa ke final UEFA Conference League pada musim perdananya, dengan sumber daya yang terbatas, lalu mengalahkan Feyenoord di Air Albania Stadium, Kamis (26/5/2022) dini hari WIB lewat gol tunggal Nicolo Zaniolo.

Sebuah pencapaian yang berarti besar buat publik suporter Roma. Bukan apa-apa, Roma sudah lama menghadapi problem mentalitas sebagai sebuah tim.

Beban berat sebagai perwakilan ibu kota dan tuntutan tinggi para suporter menciptakan lingkungan toksik. Bukan rahasia lagi bahwa sejumlah mantan pelatih menyebut Roma sebagai lingkungan yang bak manusia bipolar: satu kemenangan bisa berbuah euforia lalu satu kekalahan berikutnya berujung cela-cela.

TIRANA, ALBANIA - MAY 25: Jose Mourinho and Roger Ibanez of AS Roma celebrate winning the UEFA Europa Conference League  during the UEFA Conference League final match between AS Roma and Feyenoord at Arena Kombetare on May 25, 2022 in Tirana, Albania. (Photo by Valerio Pennicino - UEFA/UEFA via Getty Images)Jose Mourinho memeluk Roger Ibanez usai AS Roma memastikan juara. (Photo by Valerio Pennicino - UEFA/UEFA via Getty Images) Foto: UEFA via Getty Images/Valerio Pennicino - UEFA

Trofi ini bakal menjadi momentum penting buat Roma. Mourinho akan menjadikannya awal dan fondasi untuk banyak trofi-trofi lainnya, sebab Roma tak dibangun dalam semalam saja.

Dan Mourinho betapapun juga membuktikan ia masih The Special One, sekalipun tak mau dipanggil dengan sebutan itu lagi. Trofi UEFA Conference League untuk Roma cukuplah menjadi bukti.

"Ada begitu banyak hal berputar di kepala saya. Begitu banyak hal di saat bersamaan. Saya sudah di Roma selama 11 bulan, saya menyadarinya ketika tiba di sini apa artinya ini, mereka menunggu hal ini," ungkap Mourinho kepada Sky Sport Italia dilansir Football Italia.

"Ini bukan pekerjaan malam ini, ini adalah sejarah. Kami harus menuliskan sejarah. Dan kami menuliskannya," kata pelatih 59 tahun itu.

(raw/mrp)