Comeback-comeback Sensasional Real Madrid Takkan Berarti jika Gagal Juara

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 27 Mei 2022 18:00 WIB
MADRID, SPAIN - MAY 04: Davide Ancelotti ( second left ) Assistant coach of Real Madrid and son of Head coach Carlo Ancelotti celebrates with players Marco Asensio, Karim Benzema, Vinicius Junior, Rodrygo and Marcelo following the 6-5 aggregate victory in the UEFA Champions League Semi Final Leg Two match between Real Madrid and Manchester City at Estadio Santiago Bernabeu on May 04, 2022 in Madrid, Spain. (Photo by Jonathan Moscrop/Getty Images)
Real Madrid mesti juara Liga Champions agar comeback-comeback sensasionalnya berarti. (Foto: Getty Images/Jonathan Moscrop)
Madrid -

Mantan kiper top Iker Casillas memperingatkan Real Madrid. Comeback-comeback sensasional Madrid tak akan berarti jika gagal menjadi juara Liga Champions.

Tidak bisa dipungkiri Los Blancos menjalani fase gugur yang sulit sebelum menjejak final. Menghadapi Paris Saint-Germain di babak 16 besar, Madrid mesti mengejar defisit agregat dua gol sebelum lolos usai menang 3-1 di leg kedua (agregat 3-2).

Nasib serupa dialami Madrid ketika melawan Chelsea di delapan besar. Meski unggul 3-1 di leg pertama, El Real berbalik tertinggal satu gol agregat saat the Blues unggul 3-0 di leg kedua. Namun, pada akhirnya Madrid berhak melaju usai menyudahi permainan dengan kekalahan 2-3 (agregat 5-4).

Real Madrid lagi-lagi tertinggal agregat dua gol ketika menghadapi Manchester City di semifinal leg kedua. Akan tetapi, tim besutan Carlo Ancelotti itu berhasil mencetak tiga gol tambahan hingga extra time untuk memastikan langkahnya ke final (agregat 6-5).

Madrid kini akan berebut trofi juara Liga Champions dengan Liverpool pada laga final Liga Champions di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dinihari WIB. Casillas menegaskan, Madrid mesti juara agar comeback-comeback senasional itu berarti.

"Comeback-comeback itu sangat bagus, tapi sekarang kami harus memahaminya. Kami membutuhkan lapisan gula di atas kuenya," tulis dia beridiom di Players Tribune. "Kalau anda tidak mendapatkan lapisan gulanya, kuenya tidak akan lengkap."

"Kalau pialanya tidak sampai ke lemari pajangan, tidak ada yang akan mengingat apa yang terjadi dengan PSG, dengan Chelsea, dan dengan Manchester City. Agar menarik, harus sampai akhir, dengan hadiahnya," lanjut pemenang tiga titel Liga Champions bersama Madrid itu.

"Selangkah dari gelar juara ke-14, orang-orang berpikir bahwa memenangi Liga Champions itu mudah padahal tidak. Kalau hanya mencapai semifinal Liga Champions itu dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa, maka ketika anda memenangi satu, dua atau tiga piala anda harus merasa bangga," lugas Casillas memperingatkan Real Madrid agar juara.



Simak Video "Camila Cabello Ngaku Kesal Sama Pendukung Liverpool"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)