ADVERTISEMENT

Mo Salah Main dengan Cedera di Final Liga Champions

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Minggu, 19 Jun 2022 06:30 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 28: Mohamed Salah of Liverpool shows dejection at the end of the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France on May 28, 2022 in Paris, France. (Photo by Etsuo Hara/Getty Images)
Mohamed Salah (Liverpool) rupanya bermain dengan cedera di final Liga Champions. (Foto: Getty Images/Etsuo Hara)
Kairo -

Pemain Liverpool Mohamed Salah bukan hanya gigit jari usai gagal balas dendam pada Real Madrid. Salah juga bermain dengan cedera di final Liga Champions.

Bintang sepakbola Mesir itu bermain penuh saat Liverpool menantang Madrid di Stade de France, akhir bulan lalu. Salah menjadi pemain the Reds yang paling agresif usai melepaskan sembilan percobaan (6 on target) dari total 24 percobaan timnya tapi tak sanggup meruntuhkan penjagaan kiper Thibaut Courtois.

Pada prosesnya Salah mesti merelakan trofi juara Liga Champions jatuh ke tangan El Real lagi setelah Liverpool takluk dengan skor akhir 0-1. Kekecewaan serupa usai ditekuk Madrid 1-3 di Kiev pada 2018.

Rupanya Mohamed Salah bermain dengan kondisi yang tidak sepenuhnya bugar di pertandingan itu. Pesepakbola berusia 30 tahun masih diganggu dengan cedera otot yang dideritanya di final Piala FA melawan Chelsea pada dua pekan sebelum melawan Real Madrid.

"Cedera Salah terjadi di final Piala FA pada otot adductor-nya, kemudian dia bermain melawan Wolves dan di final Liga Champions, dan semua itu terjadi hanya dalam rentang 14 hari," ungkap dokter timnas Mesir Mohamed Abou El Ela kepada One Time Sports dan diwartakan Mirror.

"Kami membaca statistik bahwa dia itu pemain dengan menit bermain tertinggi kedua di musim ini. Kami mengirim dan menerima catatan medis para pemain, dan Liverpool telah mengatakan bahwa dia memiliki rasa sakit dan harus melakukan pemeriksaan sinar X. Tidak ada seorang pemain yang 100% fit, tapi ada pertanyaan apakah dia bisa memaksa dirinya sendiri dan bermain tanpa risiko."

"Klub berpikir bahwa satu pertandingan sudah cukup dan kami memilih pertandingan melawan Guinea karena laga kedua melawan Ethiopia bisa jadi akan berat untuk dia karena harus bepergian dalam penerbangan yang panjang. Dia tidak bisa bermain di laga lainnya setelah tiga hari," El Ela menambahkan tentang kondisi Mohamed Salah.

Saksikan juga Sosok Minggu Ini: Kisah Pendiri Institut Musisi Jalanan 'Memberontak' dan Cegat Presiden

[Gambas:Video 20detik]



(rin/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT