ADVERTISEMENT

Tak Kunjung Juara Liga Champions, PSG Kurang Apa sih?

Randy Prasatya - Sepakbola
Jumat, 15 Jul 2022 19:22 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 21: (L-R) Leo Messi, Marco Verratti, Mauro Icardi and Neymar Jr of Paris Saint-Germain celebrate the championship title with fans after the Ligue 1 Uber Eats match between Paris Saint Germain and FC Metz at Parc des Princes on May 21, 2022 in Paris, France. (Photo by Aurelien Meunier - PSG/PSG via Getty Images)
Paris Saint-German terus berambisi menjadi juara di Liga Champions. (Foto: PSG via Getty Images/Aurelien Meunier - PSG)
Jakarta -

Paris Saint-Germain belum juga mampu menjuarai Liga Champions. Rutin punya skuad bertabur bintang, apa sih yang kurang dari raksasa asal Prancis itu?

PSG adalah klub yang sudah banyak menghabiskan uang untuk membuat tim tangguh di Eropa. Les Parisiens bahkan sempat menjadi runner-up Liga Champions 2019/2020, namun pada musim selanjutnya cuma melaju sampai semifinal.

Pencapaian Paris Saint-Germain di Liga Champions makin merosot di Liga Champions 2021/2022. Sudah ada Lionel Messi, PSG malah terhenti di babak 16 besar karena didepak Real Madrid.

Gelandang PSG, Marco Verratti, kemudian ditanya soal hal apa yang dibutuhkan timnya untuk menjadi juara Liga Champions. Pria asal Italia itu merasa PSG cuma perlu tancap gas setiap awal pertandingan.

"Kami tidak ketinggalan banyak, kami memainkan final dan semifinal dalam dua tahun, kami harus terus bekerja keras dan, mungkin, tidak memulai dari awal setiap saat," kata Verratti kepada Sportweek, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

"Semua orang ingin berbuat lebih banyak, tetapi kami telah memenangkan 28 trofi dalam sepuluh tahun dan itu bukan sesuatu yang didapat dengan mudah. Kami akan mencoba memenangkan Liga Champions setiap musim, kami tahu itu adalah trofi yang paling penting," sambungnya.

Paris Saint-Germain sebetulnya punya peluang untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions musim lalu. Namun, kesalahan Gianluigi Donnarumma saat melawan Real Madrid menjadi bencana.

"Itulah sepakbola. Dia diperlakukan seperti raja pada bulan Juli dan orang-orang melemparinya dengan batu pada bulan Maret," kata Verratti.

"Gigio masih muda, namun dia memiliki banyak pengalaman. Dia juga sedikit menderita di Milan, tetapi dia adalah masa depan kami, kami senang memilikinya di PSG," Verratti menegaskan.

(ran/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT