Capello: Napoli Harusnya Bisa Bantai Liverpool 7-2

ADVERTISEMENT

Capello: Napoli Harusnya Bisa Bantai Liverpool 7-2

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 08 Sep 2022 21:43 WIB
DIEGO ARMANDO MARADONA STADIUM, NAPOLI, ITALY - 2022/09/07: Stanislav Lobotka player of Napoli end Roberto Firmino player of Liverpool, during the match of the uefa champions league between Napoli vs Liverpool final result, Napoli 4, Liverpool 1, match played at the Diego Armando Maradona stadium. (Photo by Vincenzo Izzo/LightRocket via Getty Images)
Napoli sukses menghajar Liverpool 4-1 di Liga Champions. Foto: LightRocket via Getty Images/Vincenzo Izzo
Jakarta -

Napoli berhasil mempecundangi Liverpool 4-1 di matchday pertama Liga Champions musim ini. Namun menurut Fabio Capello, skor di akhir laga seharusnya bisa lebih besar.

"Napoli memiliki kualitas dan hal ini terbukti sepanjang laga. Liverpool yang sekarang tak memiliki intensitas yang sama dengan ketika mereka memenangi segalanya," ujar Capello kepada Sky Sport Italia.

"Penampilan Napoli sungguh luar biasa. Skor 4-1 sedikit tidak adil. Harusnya mereka menang 7-2," jelas pelatih yang pernah memenangi Liga Champions bersama AC Milan itu.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis (8/9) dini hari WIB itu, Napoli memang unggul segalanya dari Liverpool. Bahkan mereka sudah unggul 3-0 di babak pertama.

Penalti Piotr Zielinski di menit ke-5 membuka keunggulan Liverpool, disusul gol cantik Andre Zambo Anguissa di menit ke-31 dan Giovanni Simeone di menit ke-44. Skor bisa saja menjadi 4-0 andai penalti Victor Osimhen tak ditepis Alisson Becker.

Di babak kedua, Zielinski menambah keunggulan Napoli di menit ke-47, sebelum Luis Diaz mencetak gol hiburan di menit ke-49. Tak ada lagi gol yang tercipta setelahnya.

Sepanjang 90 menit plus tambahan waktu, Napoli berhasil mencetak 18 tembakan, 9 di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Liverpool hanya mencetak 15 tembakan, dan hanya tujuh yang mengarah ke gawang.

Fakta bahwa hanya satu gol yang bisa diciptakan skuad asuhan Juergen Klopp menunjukkan betapa rendahnya efektivitas serangan Liverpool di laga ini, membuat mereka merasakan kekalahan terburuk di kancah Eropa sejak 1966.

(adp/adp)

ADVERTISEMENT