Madrid Lolos Sendirian, Jangan Dulu Bilang Sepakbola Spanyol Lagi Krisis

ADVERTISEMENT

Madrid Lolos Sendirian, Jangan Dulu Bilang Sepakbola Spanyol Lagi Krisis

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 02 Nov 2022 14:30 WIB
WARSAW, POLAND - OCTOBER 11: Logo of UEFA Foundation   during the UEFA Champions League group F match between Shakhtar Donetsk and Real Madrid at The Marshall Jozef Pilsudskis Municipal Stadium of Legia Warsaw on October 11, 2022 in Warsaw, Poland. (Photo by Mateusz Slodkowski/DeFodi Images via Getty Images)
Real Madrid lolos sendirian ke fase gugur Liga Champions, bukan berarti sepakbola Spanyol lagi krisis. (Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images)
Madrid -

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menolak anggapan sepakbola Spanyol sedang krisis. Madrid menjadi satu-satunya wakil LaLiga di fase gugur Liga Champions.

El Real dipastikan lolos ke babak 16 besar setelah memenangi tiga dari lima pertandingan pertamanya. Target Madrid tinggal merebut status juara Grup F saja saat menjamu Celtic di Santiago Bernabeu, Kamis (3/11/2022) dinihari WIB.

Sayang sekali kelolosan Madrid tidak diikuti tiga tim Spanyol lainnya; Barcelona, Atletico Madrid, dan Sevilla. Barca dan Sevilla mesti turun level ke Liga Europa setelah finis ketiga di Grup C dan G, sementara Atletico menjalani musim terburuknya di kompetisi ini usai finis paling buncit di Grup B.

Hal itu lantas memunculkan asumsi bahwa klub-klub Spanyol sedang menurun. Ancelotti tidak setuju karena masih ada kemungkinan klub-klub Spanyol menjuarai Liga Champions dan Liga Europa pada musim ini.

"Saya sih tidak akan bisa tidur pulas, saya siapapun di sebuah tim besar akan begitu kalau mereka tersingkir di Liga Champions," sahut Ancelotti dilansir Marca.

"Tapi masih prematur membicarakan tentang apakah sepakbola Spanyol sedang krisis. Tim-tim Spanyol 'kan masih bisa memenangi Liga Champions dan Liga Europa. Kita harus melihatnya sampai akhir."

Real Madrid tidak dalam situasi terbaik untuk menjamu Celtic usai ditekuk RB Leipzig 1-2 dan diimbangi Girona 1-1. "Kami telah banyak belajar dari kesalahan yang berbeda-beda yang sudah kami buat," sambung Ancelotti di situs resmi klub.

"Secara umum konsentrasi kami tidak terlalu bagus di pertandingan-pertandingan itu. Kami sulit merebut bola melawan Girona, dan bermain bertahan melawan Leipzig. Itu adalah aspek-aspek yang belum cukup kami kerjakan karena kurangnya waktu. Kami berharap bisa memperbaikinya di pertandingan-pertandingan selanjutnya," imbuh mantan pelatih AC Milan, Juventus, Chelsea, Bayern Munich, dan PSG itu.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT