Napoli terdepak dari Liga Champions musim ini usai kalah 2-4 dari Chelsea matchday terakhir fase liga di Naples pada Kamis dini hari tadi. Hasil tersebut memperpanjang rekor buruk pelatih Antonio Conte di kancah Eropa.
Selama ini, Conte dikenal sebagai pelatih jago kandang. Meski memenangi enam gelar liga bersama Juventus, Chelsea, Inter, dan Napoli, namun kiprahnya saat memimpin tim di Liga Champions jauh dari istimewa.
Capaian terbaiknya adalah menembus perempatfinal Liga Champions bersama Juventus pada musim 2012-13, atau sudah hampir 13 tahun lalu. Sejak itu, ia selalu gagal melangkah jauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jadwal Drawing Playoff Liga Champions |
Saat melatih Chelsea, Conte hanya sampai 16 besar Liga Champions pada musim 2017-18. Di Inter, ia terhenti di fase grup musim 2019-20 meski lolos hingga ke final Liga Europa. Lalu di Napoli, hasil buruk kembali hadir.
Napoli gagal lolos ke fase gugur usai finis di urutan 30 dengan delapan poin dari delapan laga. Scott McTominay hanya meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kali tumbang dari Manchester City, PSV Eindhoven, Benfica, dan terbaru Chelsea.
Situasi ini berbanding terbalik dengan saat ia masih bermain. Conte menembus final Liga Champions empat kali bersama Juventus dan sekali menjadi juara pada 1996.
Meski tersingkir, Conte mengaku tetap bangga pada penampilan anak-anak asuhnya. Hanya saja memang penyelesaian akhir lawan lebih baik. Ia juga menyoroti skuadnya yang kehilangan 13 pemain karena cedera.
"Perbedaan (kedua tim) adalah penyelesaian akhir, mereka jauh lebih akurat dan klinis di depan gawang," ujar Conte kepada Sky Sport Italia usai laga.
"Kami bangga dan puas, karena meski kehilangan lebih dari setengah skuad, kami bermain, jika bukan di level yang sama, bahkan lebih baik daripada Chelsea, dan pantas mendapatkan hasil yang jauh lebih baik."
"Saya bilang ke para pemain bahwa penyesalan itu ada di Kopenhagen (imbang 1-1), di mana kami tidak boleh membiarkan kemenangan itu lepas begitu saja. Itu memaksa kami berada dalam situasi ini melawan klub papan atas, jangan lupa Chelsea memenangi Piala Dunia Antarklub, mereka memiliki pemain-pemain luar biasa di lapangan, di bangku cadangan, dan bahkan di tribun penonton," jelasnya.
Napoli kini tinggal bermain di dua kompetisi di sisa musim ini. Mereka sedang ada di urutan empat Liga Italia dengan 43 poin hingga pekan ke22 dan akan menghadapi Como di perempatfinal Coppa Italia pada 10 Februari mendatang.
Kiprah tim asuhan Antonio Conte di Liga Champions:
Juventus (2012-13) - Perempat Final
Juventus (2013-14) - Fase Grup
Chelsea (2017-18) - 16 Besar
Inter Milan (2019-20) - Fase Grup
Inter Milan (2020-21) - Fase Grup
Tottenham (2022-23) - 16 Besar
Napoli (2025-26) - Fase Liga











































