Kelakuan Vinicius Junior di lapangan mendapat kecaman mantan wasit Piala Dunia Javier Castrilli. Menurutnya pemain Real Madrid itu provokator di lapangan.
Vinicius jadi sorotan dalam laga Benfica vs Real Madrid di Lisbon pekan lalu. Dia mengklaim jadi korban hinaan rasis pemain lawan, Gianluca Prestianni.
Klaim tersebut berbuntut panjang. Prestianni diskors larangan bertanding satu kali oleh UEFA, sementara penyelidikan atas dugaan rasismenya masih berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestianni membantah tuduhan rasisme kepada Vinicius. Pemain berusia 20 tahun ini menyebut dirinya memanggil Vini 'homo' dan bukan 'mono' (monyet dalam bahasa Spanyol).
Aksi yang dilakukan Prestianni terjadi merespons ulah Vinicius selepas mencetak gol. Winger asal Brasil ini merayakan gol dengan berjoget di tiang sudut, tindakan yang memprovokasi fans Benfica di tribun.
Skorsing yang didapat Prestianni dari UEFA disorot tajam Javier Castrilli. Pria yang pernah jadi wasit di Piala Dunia 1998 ini menuding Vinicius provokator yang berlindung di balik aktivisme 'woke' ala SJW (social justice warrior) yang membelenggu Eropa.
"Provokator berantai ini, yang dilindungi oleh impunitas yang diberikan kepadanya oleh wasit-wasit pengecut telah membuat malu, menghina, dan menimbulkan kekerasan, hanya untuk kemudian berperan sebagai korban dalam pembelaan atas dasar kebodohan manusia. Percayalah pada rekayasa berlebihan kaum woke," Castrilli menuliskan di X.
Humilla, basurea, denigra, genera violencia este humano provocador serial, amparado en la impunidad que le brindan los árbitros pusilánimes, para luego victimizarse en una defensa a manos de la imbecilidad humana. CRÉANLE A ESTE ENGENDRO DE LOS EXCESOS WOKE pic.twitter.com/MuRlysxb02
— Javier Castrilli (@castrillijavier) February 20, 2026
"UEFA menskors Prestianni? Tanpa bukti? Mulai sekarang, siapa pun dapat menuduh tanpa bukti. Inilah spesialisasi umat manusia dan tingkat degradasi yang diderita Eropa sekarang... Ini telah mencapai sepakbola," pria asal Argentina itu menambahkan.
"Mengikuti logika yang diterapkan oleh UEFA, mulai sekarang wasit dapat mengusir pemain mana pun yang dituduh menghina lawan... Sungguh omong kosong," tegasnya.
(bay/rin)











































