Mohamed Salah menolak diwawancara 2 legenda Liverpool usai kekalahan timnya dari Paris Saint-Germain. Aksinya itu mendapat kritikan.
Liverpool menelan kekalahan dari PSG pada leg pertama perempatfinal Liga Champions, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Juara bertahan Liga Inggris itu menyerah 0-2 di Parc des Princes.
Mohamed Salah tidak dimainkan Liverpool di laga ini. Manajer Arne Slot sempat memintanya untuk pemanasan, tapi tetap enggan memainkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen menarik terekam kamera selepas pertandingan PSG vs Liverpool. Mo Salah melewati siaran TNT Sports yang dipandu host Laura Woods bersama 2 legenda Liverpool Steven Gerrard dan Steve McManaman.
Salah menghampiri ketiganya sambil tersenyum. Namun, eks Chelsea ini memberikan gestur menolak diwawancara sebelum berjalan menuju lorong ganti.
Penolakan Salah untuk diwawancara mendapat sorotan tajam eks Watford Troy Deeney. Dia menuding pemain berusia 33 tahun itu egois dan suka menciptakan drama ketika tak mendapatkan apa yang diinginkan.
"Winger Liverpool ini adalah salah satu drama queen terbesar yang pernah saya lihat. Ini bukan masalah pribadi - tetapi lihat pujian yang dia dapatkan dibandingkan dengan perilakunya musim ini dan itu sangat buruk," Deeney menuliskan di The Sun.
"Salah hanya mementingkan dirinya sendiri. Bandingkan dia dengan Virgil van Dijk, satu-satunya pemain Liverpool yang berani berbicara saat menang, kalah, atau seri," dia menambahkan.
"Apa yang dilakukan Salah? Memastikan dia mendapatkan sedikit momen di depan kamera TV, pergi untuk berjabat tangan dengan Steven Gerrard dan Steve McManaman. McManaman telah mengomentari laga-laga seperti ini selama satu dekade dan kita belum pernah melihat Salah melakukan itu sebelumnya."
Troy Deeney juga mengingatkan jika ini bukan kali pertama Mo Salah bertingkah. Si Raja Mesir pernah berselisih dengan Juergen Klopp di pinggir lapangan ketika dicadangkan tahun 2024, hingga menghapus semua tentang Liverpool di media sosial setelah tak dimainkan ketika menghadapi Eintracht Frankfurt Oktober 2025.
"Dan itu belum termasuk wawancaranya di Elland Road di mana dia mengkritik Slot, mengatakan dia tidak memiliki hubungan dengan manajer, menyarankan seseorang memaksanya keluar, dan menyebut pertandingan berikutnya bisa menjadi laga terakhirnya untuk klub. Salah kemudian pergi ke Piala Afrika dan kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa." Deeney menuliskan.
"Salah mendapatkan seluruh pujian ketika semuanya berjalan baik, bahkan ada yang mengatakan dia pemain yang lebih baik daripada Thierry Henry - sungguh omong kosong," sindirnya.
Baca juga: Salah: Sampai Jumpa Lagi, Robbo! |
(bay/pur)











































