Musim Liverpool Berantakan karena Beli Isak

Musim Liverpool Berantakan karena Beli Isak

Lucas Aditya - Sepakbola
Rabu, 15 Apr 2026 13:00 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 20: Alexander Isak of Liverpool looks on during the warm up prior to the Premier League match between Tottenham Hotspur and Liverpool at Tottenham Hotspur Stadium on December 20, 2025 in London, England. (Photo by Joe Prior
Transfer Alexander Isak mengacaukan musim Liverpool. (Foto: Getty Images/Visionhaus)
Jakarta -

Liverpool dipastikan tanpa gelar musim ini. Transfer Alexander Isak dinilai menjadi faktor utama yang mengacaukan performa The Reds.

Teranyar, Liverpool tersingkir dari Liga Champions di babak perempatfinal. Melawan Paris Saint-Germain, Si Merah kalah di kandang maupun tandang dengan skor 0-2, sehingga harus takluk dengan agregat total 0-4.

Di Anfield, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, Liverpool bertekuk lutut akibat sepasang gol Ousmane Dembele. Dengan hasil ini, satu-satunya kesempatan Liverpool untuk meraih trofi musim ini pun sirna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awal musim, Liverpool sebenarnya melakukan belanja besar-besaran. Nama-nama seperti Hugo Ekitike dan Florian Wirtz didatangkan, hingga akhirnya Isak menyusul di pengujung bursa.

Proses transfer Isak memakan waktu paling lama. Ia baru didatangkan dari Newcastle United pada detik-detik terakhir bursa transfer dengan nilai tebusan mencapai 130 juta poundsterling. Nilai tersebut memecahkan rekor transfer di Liga Inggris.

ADVERTISEMENT

Datang dengan ekspektasi tinggi dan harga selangit, Isak justru gagal tampil maksimal. Pemain asal Swedia tersebut justru lebih banyak berkutat dengan cedera.

Masalah patah tulang fibula memaksa Isak absen dalam waktu yang lama. Pemain berusia 26 tahun itu tercatat baru tampil sebanyak 19 kali untuk Liverpool di semua kompetisi dengan sumbangan tiga gol saja.

Jurnalis ESPN, Julien Laurens, menilai perekrutan Isak adalah langkah yang keliru. Menurutnya, Liverpool lebih membutuhkan bek tengah baru daripada penyerang tambahan.

"Perekrutan Alexander Isak yang terlambat mengacaukan segalanya bagi saya. Anda bisa saja mempertahankan Hugo Ekitike dan tidak menghabiskan 130 juta poundsterling untuk Isak, tetap mempertahankan Florian Wirtz, dan mungkin uang tersebut bisa dialokasikan untuk posisi lain," kata Laurens sebagaimana dikutip dari BBC.

"Bek tengah tambahan? Bagaimana mungkin Marc Guehi tidak berakhir di sini? Ini sungguh konyol," pungkasnya.




(cas/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads