Menimang Kuartet Striker Spurs

Menimang Kuartet Striker Spurs

- Sepakbola
Jumat, 14 Agu 2009 17:16 WIB
Menimang Kuartet Striker Spurs
Jakarta - Tottenham Hotspur saat ini memiliki empat penyerang kelas dunia pada diri Robbie Keane, Jermain Defoe, Peter Crouch, dan Roman Pavlyuchenko. Siapa diutamakan dan siapa terpinggirkan?

Secara historis, manajer Harry Redknapp punya koneksi kuat dengan Defoe dan Crouch. Jauh sebelum bekerja di White Hart Lane, mereka keduanya pernah merasakan polesan tangan pelatih kawakan Inggris itu.

Selain sama-sama pernah ditangani Redknapp di Portsmouth, sebelumnya Defoe juga pernah diajar pria 62 tahun itu di West Ham, sedangkan Crouch di Southampton. Pendek kata, Redknapp sudah tahu betul duet 'pendek-jangkung' tersebut.

Diajak ke Spurs lagi pada Januari 2009, Defoe belum memberi kontribusi besar pada awal periode keduanya di skuad Lilywhites, sebagaimana ia pernah bermukim di London utara dari 2004 sampai akhir 2008. Di paruh kedua musim lalu ia hanya main delapan kali di Premiership dan mencetak tiga gol saja. Rendahnya nilai statistik itu dikarenakan Defoe sering cedera.

Menghadapi musim ini Redknapp kelihatannya bakal menomorsatukan Defoe. Paling tidak itu terkesankan dari pujian dia pada pemain berusia 26 tersebut.

"Dengan tidak adanya Cristiano Ronaldo, saya takkan heran kalau Defoe akan finish sebagai top skorer," papar Redknapp dalam kolomnya di harian The Sun. "Saya akan kaget kalau dia tidak mencetak 20 gol di liga."

"Dia akan menjadi orang Inggris pertama sejak Kevin Phillips bersama Sunderland di tahun 2000, yang bisa menjadi top skorer Liga Inggris. Dan itu pula yang akan mendongkrak Inggris di Piala Dunia," tambahnya.

Nilai plus Defoe adalah dia makin disenangi pelatih timnas Inggris Fabio Capello. Dalam friendly game melawan Belanda kemarin, Defoe memborong gol-gol timnya dalam laga berkesudahan 2-2 tersebut.

"Saya pikir dia salah satu penyerang terbaik, penyerang Inggris terbaik," demikian penilaian Capello. "Dia sangat cepat, punya teknik bagus dan selalu dekat dengan gawang (tim lawan)."

Tentang Robbie Keane, ia masih memiliki pengaruh kuat di kalangan para pemain Spurs, sebagaimana dia pun sudah layak dinobatkan sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah bermain untuk klub tersebut. Di periode pertamanya dari 2002-2008, ia begitu dominan di lini depan Spurs.

Redknapp pula yang "menyelamatkan" karir Keane setelah gagal bersinar di enam bulan pertamanya di Liverpool di awal musim lalu. Sekembalinya ke White Hart Lane, ia tampil dalam 15 pertandingan liga dan mencetak lima gol.

Keane, jika kehilangan ketajamannya, bisa saja kehilangan tempat reguler di tim inti. Tapi dia masih kapten nomor satu dan punya karakter bermain sebagai penyerang lubang. Artinya, jika Redknapp butuh membutuhkan tiga penyerang, Keane bisa berperan sebagai breaker.

"Saya sangat suka Robbie. Dia tak cuma cerdas, tapi juga bermain dengan segenap hati. Saya suka itu. Dia kapten klub ini, dia lambang Spurs. Dia akan bermain reguler. Saya tidak berharap dia ada di bangku cadangan. Saya inginnya dia bermain terus," demikian komentar mantan bintang Spurs asal Argentina, Osvaldo Ardiles.

Lalu, bagaimana dengan Crouch dan Pavlyuchenko? Crouch boleh jadi lebih dekat dengan Redknapp. Apalagi Pavlyuchenko musim lalu tidak membuat si manajer terkesan. Alhasil ia terkena rotasi, walaupun permainannya tidak jelek-jelek amat.

Tapi Pavlyuchenko sudah belajar dari musim pertamanya di Inggris dan semestinya musim ini lebih siap. Crouch, dia punya motivasi kuat untuk tampil tajam dan konsisten demi menjamin dirinya ikut Piala Dunia 2010. Salah satu dari mereka akan dibutuhkan Spurs untuk memimpin serangan dari udara, karena punya kemampuan bagus untuk menyundul bola di kotak penalti lawan.

Siapa dari keempat penyerang tersebut yang akan jadi langganan starter, hal itu bergantung pada siapa yang mampu memenuhi kriteria Redknapp.

"Kalau Anda tak suka duduk di bangku cadangan, beri saya gol lebih banyak dari pemain lain, dan Anda akan masuk tim," tukas si bos.

Tak heran ia menantang Defoe, Keane, Crouch dan Pavlyuchenko untuk bersaing secara sehat, dan demi tim, tentu saja. "Kami punya striker-striker yang luar biasa, dan saya bisa memainkan mereka semua." (a2s/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads