Ancaman untuk Klub Elit Inggris
Senin, 11 Sep 2006 06:27 WIB
London - Seorang teman pendukung Liverpool dua bulan lalu mengeluh bahwa kompetisi liga utama Inggris telah berakhir sebelum dimulai. Ia jengkel karena Chelsea telah membeli dua pemain hebat, Andriy Shevchenko dan Michael Balack, untuk ditambahkan ke skuad yang sepertinya sudah tidak memerlukan tambahan bintang lagi. Tanpa dua pemain itu saja Chelsea sudah dua tahun berturut-turut mengoyak dominasi Manchester United dan Arsenal. Apalagi sekarang. Pesimisme teman tadi bertambah setelah klub-klub elit lain menambah pemain tetapi tidak dengan nama sebesar kedua pemain tadi. Pendeknya, klub-klub elit Inggris lain seperti Manchester United, Liverpool dan Arsenal, yang masuk empat besar liga utama Inggris tahun lalu, menurutnya hanya akan bisa berebut posisi kedua. Keputusasaan semacam itu apa boleh buat memang merata di kalangan penggemar bola Inggris, pengamat bola bahkan juga diam-diam sebagian kalangan manajer di divisi utama Inggris. Tetapi keputusasaan itu bisa jadi prematur. Seidaknya melihat apa yang terjadi selama empat minggu pertama setelah kompetisi liga utama berputar. Dari empat besar yang diperkirakan akan bersaing ketat hanya Manchester United yang sejauh ini menyapu bersih lawannya dengan hasil 100 persen menang. Chelsea sudah harus merasakan pahitnya kekalahan. Liverpool idem ditto. Arsenal terseok-seok di papan bawah. Dan sesama tim elit ini belum saling berhadapan ataupun bertemu tim lain yang dikategorikan tangguh, sehingga kehilangan angka masih akan terbuka lebar. Pertanyaannya akankah kecenderungan diawal kompetisi akan terus berlangsung hingga akhir kompetisi. Saya cenderung untuk mengatakan tidak. Klub-klub elit cepat atau lambat akan menemukan kinerja normal mereka kembali dan akan mengatasi lawan-lawan mereka. Tetapi dengan lambat panasnya tim-tim elit akan membuat pertarungan merebut juara liga utama Inggris menjadi ramai dan menarik. Setidaknya, seandainyapun Chelsea juara lagi, mereka tidak akan melenggang kangkung seperti sebelumnya. Karena toh mereka telah kehilangan angka sejak awal sekali kompetisi dimulai. Klub-klub tangguh langganan papan tengah seperti Bolton, Newcastle, Blackburn, Totenham, Everton misalnya, akan lebih berperan dan mempunyai kesempatan untuk mendepak klub-klub elit dari posisi empat besar liga utama Inggris. Juga lambat panasnya Chelsea, Liverpool dan Arsenal, telah memberi kepercayaan diri pada klub-klub kecil untuk merasa sejajar dan mempunyai kesempatan untuk mengalahkan mereka. Dan kalau ketiga klub itu tidak dengan segera menemukan permainan mereka kembali, akan semakin sulit buat mereka untuk mengalahkan klub-klub kecil tadi. Jangan kaget kalau musim kompetisi tahun ini Aston Villa kembali memunculkan diri di kalangan elit persepakbolaan Inggris ataupun klub semacam Portsmouth menulis ulang skenario yang dibuat klub-klub elit Inggris. Bercepat-cepat kumpulkan angka dahulu, jangan sampai prihatin dikemudian. Mumpung klub-klub elit masih belum bangun benar. == *) Penulis adalah wartawan Detikcom, tinggal di London. (/)











































