detiksport
Follow detikSport
Sabtu, 04 Jun 2016 15:13 WIB

Tiket Seharga Rp 1.000 - Rp 27.500: Kenangan Pertarungan Muhammad Ali di Jakarta

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Foto: Action Images / MSI / Reuters Foto: Action Images / MSI / Reuters
Jakarta - Kematian Muhammad Ali meninggalkan kenangan akan duel dia di Jakarta. Saat itu Ali melawan Rudie Lubbers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 20 Oktober 1973.

Pertandingan ini menjadi ajang pemanasan bagi pemilik nama asli Cassius Clay itu untuk membalas dendam terhadap rival beratnya, Joe Frazier. Sebelumnya, Ali mesti menyerahkan sabuk gelar juara kelas berat kepada Frazier pada 8 Maret 1971 di New York, Amerika Serikat.

Sebelum duel melawan Lubbers, Ali sesumbar akan meng-knockout petinju Belanda itu di ronde kelima. Tapi pada kenyataannya, Lubbers mampu bertahan hingga 12 ronde tapi Ali keluar sebagai juara dengan kemenangan angka mutlak.



Namun demikian, Lubbers babak belur dengan hidung dan pelipis matanya berdarah. Ali mendominasi setiap ronde, tapi tidak ngotot menjatuhkan lawannya. Satu hal yang menarik adalah, Ali amat jarang menggunakan senjatanya, yakni tangan kanannya. Rupanya Ali memang sengaja melakukan hal tersebut.

"Aku menyimpan tangan kananku untuk Joe Fraizer," kata dia sambil mengepalkan tangan kanannya, seperti yang diceritakan Joe Ryan dalam bukunya Heavyweight Boxing in the 1970s: The Great Fighters and Rivalries.

Re-match Ali kontra Frazier itu sendiri terjadi sekitar tiga bulan kemudian di New York yang dimenanginya lewat keunggulan angka.

Pertarungan Ali kontra Lubbers itu mampu menyedot begitu banyak penonton. Disebutkan dalam buku The Mammoth Book of Muhammad Ali karya David West, sekitar 35.000 masyarakat Indonesia menyaksikan secara langsung dan di sebuah pameran mengenai Ali dihadiri oleh 45.000 orang.
[webgalleria.com]
Ketika itu tiket termurah dijual seharga Rp 1.000 - Rp 1.500 dan yang paling mahal adalah kategori A yaitu di ringside seharga Rp 27.500 atau setara USD 65.

Situasi menjadi lebih ramai karena dukungan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim Tanah Air. Mereka mengelu-elukan dan menyambut meriah Ali yang ketika itu sudah memeluk agama Islam. Ali juga sempat diarak menggunakan becak sebelum masuk ke stadion, tempat duel digelar.
[webgalleria.com]
(rin/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed