detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 07 Apr 2018 15:38 WIB

Lima Bulan Menuju Asian Games, INASGOC Ubah Venue Cabor

Mercy Raya - detikSport
Plenary Hall saat dipersiapkan untuk ajang bulutangkis Indonesia Open 2018. (Foto: Rengga Sancaya) Plenary Hall saat dipersiapkan untuk ajang bulutangkis Indonesia Open 2018. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Kurang dari lima bulan pelaksanaan Asian Games 2018, Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) mengubah venue sejumlah cabang olahraga. Tapi mereka memastikan tak ada masalah.

Sejumlah cabor, salah satunya Taekwondo, sejatinya bertanding di JIEXPO Kemayoran dan venue sudah diujicoba pada saat test event Februari lalu. Namun kemudian venue diubah ke Plenary Hall Jakarta Convention Centre karena dinilai lebih luas tempatnya.


"Perubahan karena mempertimbangkan luasannya yang lebih besar," tutur Deputi I Bidang Games Operations INASGOC, Harry Warganegara, kepada detikSport, Sabtu (7/4/2018).

Menurut Harry, keputusan untuk mengubah venue sudah lama diambil, yakni setelah test event digelar. Semua cabang olahraga maupun technical delagate terkait tak mempermasalahkannya.

"Semua senang dengan keputusan ini, jadi sudah tidak ada masalah. Kami harap semua sudah fixed dan tak akan ada perubahan lagi," harap dia.


Dihubungi terpisah, manajer kompetisi cabang taekwondo, Yefi Triaji, mengatakan keputusan mengubah venue datang dari INASGOC. Sebab merekalah yang menyusun kembali jadwal pemakaian venue dari tiap-tiap cabang olahraga.

"Tapi cabor tetap diajak berbicara karena kami ikut menilai kelayakan dan sesuai tidak dengan aturan dari federasi Asia. Dan saat itu pertimbangannya supaya ada pengelompokan, misalnya seperti beladiri ya di satu tempat," kata Yefi.

Khusus di Plenary Hall akan diisi oleh cabang taekwondo, judo, dan karate. Sementara cabang gulat, sambo, ju jitsu, kurash akan dipertandingkan di JCC Assembly Hall, dan anggar di JCC Cendrawasih.


Lebih jauh Yefi menjelaskan perubahan venue tidak akan menjadi masalah asal semua standar internasional. Termasuk jika venue belum diujicobakan.

"Tidak masalah asal semua sudah standar. Kemarin kami melakukan rapat delagasi teknis dan salah satunya membicarakan soal tata letaknya seperti apa. Lalu kemudian di-approve dan bisa mulai pengerjaan. Tapi itu yang akan melaksanakan INASGOC," dia menjelaskan.

"Paling penting di arena harus ada fasilitas pendukungnya seperti dining hall untuk atlet, ruang untuk technical meeting, dan beberapa ruang lainnya," ucapnya. (mcy/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed