Saat menjejakkan kaki di Bandar Udara Ngurah Rai, yang merupakan salah satu pintu masuk utama menuju Bali, gambaran seperti itu terlihat jelas. Hanya ada satu standing banner bertema ABG yang menyambut kedatangan.
Kondisi nyaris serupa terlihat sepanjang perjalanan dari bandara menuju Legian, tempat sebagian besar rombongan wartawan asal Jakarta menginap. Nyaris tak ada spanduk atau baliho yang menunjukkan sedang ada event besar berlevel Asia akan berlangsung di Pulau Dewata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βIni buat reklamasi pantai. Kalo soal itu (ABG) saya kurang tahu ya," ungkap seorang juru parkir yang ditemui di Pantai Kuta.
Komentar serupa terlontar dari pejual makanan tempat kami mengisi perut semalam. "Sepertinya biasa aja tuh, gak ada yang spesial. Mungkin karena memang di sini selalu banyak turis ya," singkat dia.
Pantai Kuta yang akan menjadi venue untuk cabang body building, dragon boat racing dan surfing memang terlihat sudah berdandan. Tenda-tenda berbagai ukuran berwarna putih sudah berdiri, begitu juga panggung untuk binaragawan memamerkan otot-ototnya.
Spanduk-spanduk bertuliskan "inspire the word" pun terlihat cukup banyak bertebaran di sekitar venue. Namun jumlahnya masih kalah banyak dibanding spanduk event lainnya.
"Kok saya gak ngelihat ada event besar disini ya. Seperti tidak terjadi apa-apa di Bali," celetuk seorang rekan wartawan media cetak dari Jakarta.
Semarak dan kemeriahan Asian Beach Games baru terlihat di sepanjang jalan menuju Hotel Grand Inna, yang bisa dibilang merupakan pusat kegiatan Asian Beach Games. Berbagai umbul-umbul dan spanduk terpasang hampir di sepanjang jalan.
Di H-1 jelang upacara pembukaan, persiapan berbagai venue serta sarana dan prasarana memang sudah mendekati rampung. Namun minimnya antusiasme jelas sangat disayangkan.
Setelah Asian Games 1962 dan Piala Asia 2006, Asian Beach Games 2008 ini semestinya bisa menghadirkan kesemarakan yang setidaknya tak kalah dengan dua event besar tersebut. Β Β Β Β Β Β Β Β (din/arp)











































