'Donald Kolopita Dilecehkan Pengadilan Malaysia'

'Donald Kolopita Dilecehkan Pengadilan Malaysia'

- Sport
Selasa, 04 Agu 2009 22:44 WIB
Jakarta - Sidang Kasus penganiayaan berat yang menimpa  wasit Karate Indonesia, Donald Luther Kolopita, yang sedianya digelar di pengadilan Negeri Malaysia Senin (3/8/2009), ditunda tanpa kepastian yang jelas. Sekum PB Forki, Hendardji Soepandji, berang dengan kabar ini.

Padahal kasus ini  sempat mengemuka pada pada Agustus 2007 lalu, tetapi hingga saat ini sidang ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Hendardji, Selasa (4/8,) menyatakan rasa kecewa yang amat mendalam atas tertundanya sidang tersebut.

Menurut Hendardji, pengadilan seharusnya menghargai Donald Kolopita yang sudah meluangkan waktu untuk  datang ke Malaysia pada hari Senin 3 Agustus 2009. Namun setibanya di Pengadilan Negeri Malaysia, sidang ditunda hanya karena hakim yang akan memimpin sidang tengah mengikuti seminar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan ini sudah melecehkan dan merugikan korban yang sudah datang jauh-jauh terpaksa harus kembali ke Jakarta, hanya karena hakim pengadilannya sontoloyo," ungkap Hendardji dalam rilis yang diterima detiksport.
 
Padahal menurutnya, semua pihak yang terlibat sudah hadir. Empat tersangka pelaku dari aparat kepolisian yang menganiaya Donald, termasuk dokter yang memeriksa korban, semuanya ada. Lebih Lanjut Hendardji mengemukakan, Jika sidang mengalami  penundaan seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga korban merasa tidak dirugikan.

"Sidangnya kan bukan di Pengadilan Jakarta tapi ini di Malaysia, harusnya mereka mempertimbangkan masak-masak. Kalau begini kan korban sangat dirugikan sudah jauh-jauh datang tapi ditunda."

Donald Luther Kolopita merupakan korban penganiayaan yang dilakukan aparat kepolisian Diraja Malaysia, pada tanggal 23 Agustus 2007 lalu. Donald hadir ke
Malaysia sebagai  peserta Wasit Kejuaraan Karate Asia yang berlangsung di Indoor Stadium Seremban, Negeri Sembilan.

Insiden tersebut bermula ketika Donald menghadiri technical meeting di Hotel Nilai Seremban. Usai acara tersebut, Donald yang hendak kembali ke hotel tempatnya menginap tiba tiba dikejutkan dengan kehadiran empat orang aparat kepolisian Diraja Malaysia yang menuduh  Donald adalah pendatang ileegal. Donald pun langsung dianiaya yang berakibat dirinya mendapatkan cedera.

(roz/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads