Dewasa ini hak siar tayangan olahraga merupakan sesuatu yang bernilai sangat tinggi. Namun untuk Olimpiade disarankan untuk tidak mengikuti langkah tersebut, yakni menjual hak siar dengan harga yang selangit.
Hal tersebut dikemukakan oleh pakar komunikasi Martin Sorrell ketika berbicara di depan kongres komite Olimpiade internasional IOC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sorrell memaparkan bahwa 1,4 juta orang mengakses internet dan 4 juta orang menggunakan telepon seluler. Mengoptimalkan publikasi di ranah online juga berpotensi untuk menjaring audience muda.
"Jika mereka (audience) menggunakan media online, maka Anda juga harus menggunakannya. Anda harus membebaskan mereka mengakses informasi, yang berisi konten dan aset yang kita miliki, dengan cara mereka," demikian Sorrell seperti dikutip dari AP.
"Revolusi media digital telah mengubah cara orang dalam mengkonsumsi media termasuk juga cara mereka mengakses informasi-informasi soal olahraga," lanjut pria berkebangsaan Inggris itu.
Di Olimpiade Beijing tahun lalu situs NBCOlympics.com yang menyediakan layanan video streaming diakses 70 juta orang. Ini naik hampir delapan kali lipat dari pengakses video streaming untuk Olimpiade musim dingin di Turin 2006 (9,1 juta orang).
"Tampilkan konten dengan format yang sesuai dengan selera anak muda--pendek serta cepat serta mudah untuk di-share. Jangan menyimpannya dalam folder yang terlalu sulit," ujar Sorrell.
"Kita semua harus memastikan bahwa kita bisa menyesuaikan diri dengan generasi iPod dan iPhone," tuntas pria berusia 64 tahun tersebut.
(nar/din)











































