Atlet Indonesia Belum Mampu Bersaing

Kejuaraan Triathlon dan Aquathlon Asian Cup 2009

Atlet Indonesia Belum Mampu Bersaing

- Sport
Sabtu, 10 Okt 2009 15:19 WIB
Palembang - Atlet Indonesia masih belum mampu bersaing di kejuaraan Triathlon dan Aquathlon Asian Cup 2009. Atlet-atlet asal Rusia, Amerika Serikat, dan China mendominasi nomor bergengsi Aquathlon Senior.

Kejuaraan Asian Cup Aquatlon dan Triathlon 2009, yang diselenggarakan di danau Ogan Permai Indah (OPI), Jakabaring, Palembang, Sabtu (10/10/2009).

Pada nomor Elite Aquathlon Senior, Polyansiy Dmitri asal Rusia menempati urutan pertama dengan catatan waktu 22 menit 53 detik. Posisi runner-up ditempati Barett Brandon asal Amerika Serikat dengan waktu 23 menit 13 detik, dan tempat ketiga direbut Hsieh Shen Yen asal Cina Taipeh dengan waktu 23 menit 23 detik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusia juga merajai nomor putri senior dengan finis 1-2. Polyanskaya Anastasia berhasil mengungguli enam pesaingnya dengan catatan waktu 35 menti 17 detik. Sementara itu tempat kedua diduduki Ivanovskaya Lubov dengan waktu 25 menit 19 detik. Atlet Filipina Lea Coline Langit melengkapi podium juara dengan finis urutan tiga dan mencatat waktu 26 menit 31 detik.

Untuk nomor Junior Men Athtlete Aquathlon, urutan pertama diraih Dai Young Le asal Korea, Lee Jun Hyeong di urutan kedua juga asal Korea, dan Raphael Chew Sze Han di urutan ketiga.

Di nomor junir wanita, atlet Indonesia menorehkan hasil yang lebih baik. Agatha Rhana Avoenita dan Afrida Nidia sukses finis 2-3. Ada pun juara dalam nomor ini diraih Chan On Ki asal Hong Kong.

Muhammad Bejita, Peserta Temuda


SEORANG pelajar kelas 4 SD Negeri 38 Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, menjadi peserta termuda dari Kejuaraan Asian Cup Aquatlon dan Triathlon 2009.

Peserta temuda ini bernama Muhamad Bejita (9) dengan nomor peserta 2. Sebelum mengikuti kejuraan ini Muhamad Bejita pernah mengikuti kejuaraan yang sama tingkat internasional di Singapura, dan meraih juara 3.

Menurut Hevy Yulis, ibu dari Muhammad Bejita, yang juga Ketua Pembina Prestasi Generasi Triathlon Indonesia (BIMPES), anaknya itu sebelum event ini melakukan latihan selama satu bulan. Dimulai latihan lari 5 kilometer, dan langsung dilanjutkan dengan renang setiap pagi dan sore hari.

Sayang, untuk pertandingan kali ini lawanya berat dan tangguh sehingga hanya menempati peringkat ke-5 untuk Sriwijaya Triatlon Relay. Setelah mencapai garis fiinish Muhamad Bejita langsung dibawa ke posko kesehatan karena kekurangan oksigen.

(tw/nar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads