Kanseleri Senayan Dikosongkan, Catur Berat untuk Pergi

Kanseleri Senayan Dikosongkan, Catur Berat untuk Pergi

- Sport
Jumat, 02 Apr 2004 21:01 WIB
Jakarta - Delapan induk organisasi olahraga yang menghuni gedung Kanseleri Senayan akan dipindahkan ke gedung baru. Namun, salah satu induk cabang olahraga yakni PB Percasi (Catur) masih merasa berat untuk meninggalkan Kanseleri.Peresmian pengosongan gedung Kanseleri Gelora Bung Karno Senayan ke gedung baru sukses diadakan. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar dengan pihak Badan Pengelola Gelora Bung Karno (BPGBK) yang diwakili Direktur Utama-nya Jasidi Hambili di Jakarta.Pihak KONI menyambut baik fasilitas baru yang diberikan BPGBK. Apalagi keadan gedung Kanseleri kini sudah tidak layak pakai. Agum mengharapkan kepindahan delapan PB ke gedung baru yang terletak di pintu VI Ring Road Senayan bisa lebih memotivasi para pengurus dan atlet untuk meningkatkan prsetasi."Kita sangat berterima kasih kepada pihak GBK dengan gedung baru ini. Semoga juga menambah semangat baru di hati pihak cabang-cabang olahraga tersebut," tandas Agum, di sela makan siang bersama di sebuah restoran di kompleks lapangan tenis Senayan, Jumat (02/04/2004). Kedelapan induk organisasi yang mendapat kantor baru tersebut adalah PBTI (Taekwondo), PP ISSI (Balap Sepeda), PB FPTI (Panjat Tebing), PBWI (Wushu), PB PDBI (Drum Band), PB Ikasi (Anggar), PB Perkemi (Kempo) serta PB Percasi (Catur). Sedangkan dari hasil peninjauan di lapangan, gedung baru yang belum memiliki nama ini jauh lebih baik keadaannya dibandingkan Kanseleri.Meski demikian, satu cabang olahraga yanki PB Percasi masih terasa berat untuk meninggalkan Kanseleri. Pasalnya, pihaknya baru saja selesai merenovasi ruangan Percasi. Tidak tanggung-tanggung biaya 25 juta rupiah telah dikeluarkan."Renovasi baru saja selesai dan pihak pengelola Gelora Bung Karno menyetujui renovasi ini, kok langsung ingin dipindahkan ke tempat lain," ujar Sekjen PB Percasi, Nanang Puja Laksana.Pihak GBK sendiri yang diwakili Direktur Prasaran dan Saran Ir. Mahdar menyatakan pihaknya tidak menerima surat permohonan izin renovasi Percasi tersebut. Namun, saat dicek ulang kepada kepala unit pengelola kawasan gedung Kanseleri, Mursito, ia mengaku telah memberikan suratnya kepada Ir.Mahdar dan telah memberikan rekomendasi untuk melakukan pemugaran.Sebagai Dirut BPGBK Jasidi Hambali menjelaskan bahwa masalah ini sebenarnya adalah miskomunikasi antara pihaknya dengan Percasi. Dengan adanya masalah ini ia memohon maaf melalui wartawan mengenai keteledoran tersebut."Ini miskomunikasi, saya minta maaf. Ini menjadi pembelajaran untuk kami. Meski demikian, pengosongan harus tetap dijalankan. Ini untuk merevitalisasi semua venues-venues," imbuh Jasidim yang juga menjelaskan bahwa informasi pengosongan Kanseleri sudah diumumkan sejak tahun 2001. Dan rencananya gedung Kanseleri akan dijadikan museum gelora Senayan. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads