Sampai dengan hari Selasa (15/12/2009) pukul 14.00 WIB, perolehan medali Indonesia masih terpaku di angka 21 emas, 24 perak dan 38 perunggu. Di klasemen umum, 'Merah Putih' terpuruk di posisi lima.
Di atas Indonesia, ada Malaysia yang mengumpulkan 24 emas 27 perak dan 28 perunggu; serta Singapura dengan 28 emas 19 perak dan 27 perunggu. Di puncak, Thailand memimpin jauh dengan 42 emas 52 perak dan 54 perunggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sejalan dengan perkiraan awal komandan pelatnas SEA Games Djoko Pramono yang sempat mengatakan bahwa sangat berat bagi Indonesia untuk bisa duduk di tiga besar.
Sebelum berangkat, Djoko mengatakan bahwa Indonesia secara realistis cuma bisa merebut 40-45 emas. Dengan SEA Games yang sudah berlangsung nyaris dua pekan, ternyata kontingen kebanggaan kita baru sanggup merengkuh separuhnya.
Seperti yang sudah-sudah, kelemahan Indonesia adalah kegagalan menguasai cabang-cabang yang menyediakan jumlah medali emas banyak seperti atletik, renang dan menembak.
Dari cabang atletik yang menyediakan 45 emas, kontingen Indonesia sejauh ini baru merebut tiga emas, empat perak dan tiga perunggu. Sungguh proporsi yang jauh dari ideal walau pun seorang Suryo Agung Wibowo tetap menjadi manusia tercepat Asia Tenggara dan bahkan memecahkan rekor SEA Games di nomor 100 m putra.
Dari kolam, cabang renang memperebutkan 32 emas dan Indonesia cuma merebut dua emas, tiga perak dan dua perunggu. Loncat indah merebut satu emas dari delapan yang disediakan. Polo air? Tak ada emas, cuma satu perunggu.
Prestasi memprihatinkan juga dihasilkan dari cabang menembak. Di cabang yang menyediakan 34 emas, kontingen 'Merah Putih' baru bisa merebut satu emas, satu perak dan tiga perunggu.
Bila ada cabang yang masih bisa sedikit membuat rakyat Indonesia tersenyum adalah cabang angkat berat. Putra-putri Indonesia sukses merebut lima emas, satu perak dan satu perunggu.
Sepakbola? Jangan ditanya. Olahraga dengan penggemar terbanyak di kolong langit Indonesia ini masih gagal membuat bangga. Kesebelasan 'Garuda' harus gigit jari tanpa sempat lolos dari fase grup sekali pun.
Dengan SEA Games memang masih berlangsung empat hari lagi, sebenarnya masih ada harapan untuk setidaknya meraih posisi ketiga sesuai target sementara. Namun apabila tidak, maka sudah seharusnya kegagalan itu menjadi bahan evaluasi para pemangku kepentingan agar olahraga Indonesia bisa kembali bicara di arena internasional.
(arp/key)











































