Hari pertama ngantor, Rabu (18/08/2010), Alex langsung menerima tamu dari PT Prambanan Dwipaka untuk membahas pembangunan venue-venue di kawasan Jakabaring.
Alex semula ingin ruang kerjanya bisa dimasuki sepatu boot oleh siapa saja. Namun hal itu tidak jadi karena Kepala Biro Perlengkapan Susna Sudarti memasang karpet tebal. Alhasil hanya Alex yang mengenakan sepatu boot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wartawan boleh masuk ke ruangan saya, tetapi copot sepatunya. Kasihan yang membersihkan, nanti susah," katanya.
Press Room biasanya digunakan setiap ada pertandingan sepakbola (resmi). Ruangan ini berukuran 10x12 meter, dan untuk sementara tidak bisa digunakan. Rencananya selama satu tahun lebih Alex bekerja di ruang ini, yang hanya dilengkapi satu meja kerja, dua unit AC ukuran 1/2 PK.
"Saya akan minta agar ditambah satu set perangkat air minum," katanya.
Dengan dibukanya kantor di Jakabaring, pemantauan dan pengawasan tahapan pembangunan venue di Jakabaring diharapkan bisa lebih efektif. "Kita ingin percepatan. Dan ruang ini sudah cukup," kata Gubernur.
Usai menerima wartawan, Alex langsung menerima Direktur Operasional PT Prambanan Dwipaka Ir Guwandi dan Konsultan manager PT Penta Ir Pores. Ditemani Asisten II Setdaprov Sumsel Eddy Hermanto dan Kepala Dinas PU CK Rizal Abdullah, mereka membahas penyelesaian proyek pembangunan venue-venue yang ditargetkan tuntas 100 persen antara Mei-Juni 2011.
(a2s/key)











































