Bencana letusan Gunung Merapi yang terletak di kawasan perbatasan Jawa Tengah-DIY membuat panitia membatalkan etape kelima yang menempuh jarak Semarang-Yogyakarta.
Etape yang sedianya dilakukan hari ini pun diubah menjadi etape Peduli Merapi. Para pembalap start dengan sepeda dari Semarang, kemudian berganti naik bus dari daerah Ungaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamis (28/10/2010) siang, para pembalap dari 17 tim memasuki garis finis di kawasan Monumen Jogja Kembali, Yogyakarta. Setelah beristirahat selama beberapa jam, sebagian dari mereka akan menyerahkan bantuan ke pos pengungsian Gunung Merapi di Cangkringan, Sleman. Setiap tim diwakili oleh dua pembalap dan satu ofisial.
Hadiah etape kelima sekitar Rp 60 juta disumbangkan seluruhnya kepada warga di pengungsian.
"Saya men-support pembatalan ini. Sebab banyak saudara kita yang kehilangan keluarga, kehilangan semua. Pembatalan ini bagus," ujar pemegang yellow jersey Harri Fitrianto ketika ditemui detiksport.
Selain itu Harri juga mengaku mendapat keuntungan dari pembatalan ini. "Bagi saya ini cukup menguntungkan. Soalnya cukup buat recovery, istirahat buat etape berikutnya," tandas dia.
"Selain itu mungkin saya juga bisa menikmati, mencoba makanan Yogya," kelakarnya.
Foto: Para kontestan Speedy Tour d'Indonesia ketika melintasi finish di kawasan Monumen Jogja Kembali, Yogyakarta, Kamis (28/10/2010) siang WIB (detiksport/Narayana MP) (nar/rin)











































