Joget Dulu Sebelum Lari

Jakarta International 10K

Joget Dulu Sebelum Lari

- Sport
Sabtu, 04 Jun 2011 04:08 WIB
Joget Dulu Sebelum Lari
Jakarta - Pelari elit nasional dan internasional yang akan berlaga di Jakarta Internasional 10 K menjalani 'pemanasan' sebelum terjun berlomba. Sebelum menguras tenaga, mereka asyik berjoget dalam acara jamuan makan malam.

Jumat (3/6/2011) kemarin hampir seluruh pelari elit nasional dan internasional yang akan berpartisipasi di Jakarta Internasional 10 K tiba di Jakarta. Tercatat cuma atlet dari Brunei Darussalam dan Russia yang belum tiba karena pesawat mereka diperkirakan baru akan tiba pada Sabtu (4/6/2011) dinihari.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap keikutsertaan dan sealigus menjadi ajang silaturahmi, Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta mengundang mereka semua untuk hadir dalam jamuan makan malam. Jamuan tersebut digelar di Hotel Millenium, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak seperti kebanyakan jamuan makan malam yang cenderung formal, pelari elit yang hadir dalam acara tersebut justru terlihat sangat santai. Secara khusus acara memang dibuat rileks, dan itu terlihat dari atarksi joget dangdut yang dilakukan hampir seluruh peserta baik lokal maupun internasional.

Diawali dengan sumbang vokal dari tiga delegasi asal Jepang, acara berlanjut dengan Jeffrey Hunt yang diminta menggoyang pinggulnya saat didendangkan lagu khas melayu tersebut. Meski awalnya ogah-ogahan, pelari asal Australia itu kemudian terlihat sangat menikmati alunan lagu 'Kopi Dangdut'.

Keberanian Hunt beraksi di depan panggung membuat beberapa pelari lain tak mau ketinggalan bergoyang. Maka saat diundang untuk turun, seluruh pelari elit tampak asyik dengan gaya jogetnya masing-masing.

"Acara ini memang dibuat santai. Supaya mereka rileks. Karena itu juga sambutannya dibuat belakangan, selain sambil menunggu pelari yang belum datang," ujar Kepala Disorda DKI Jakarta, Ratiyono, kepada detikSport.

JI10K, yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) DKI Jakarta, PB PASI, dan disponsori oleh Milo, menyediakan total hadiah sebesar Rp 600 juta plus doorprize berupa handphone, sepeda gunung, televisi dan sepeda motor. Gubernur DKI Fauzi Bowo juga menjanjikan bonus Rp 500 juga bagi pelari nasional yang memecahkan rekor baru.




(din/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads