Sedikit Cerita di Balik JI10K 2011

Jakarta International 10K

Sedikit Cerita di Balik JI10K 2011

- Sport
Minggu, 05 Jun 2011 19:04 WIB
Sedikit Cerita di Balik JI10K 2011
Jakarta - Jakarta International 10K 2011 telah rampung dilaksanakan. Ada sedikit cerita di balik perhelatan lomba lari jalanan yang diikuti hampir 35 ribu peserta ini.

Lomba tersebut dimulai tepat sekitar pukul 06.30 WB, Minggu (5/6) dan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Sesudahnya para peserta yang berasal dari level amatir hingga profesional bertarung untuk menjadi yang terbaik di lomba tersebut.

Setelah hampir 30 menit lomba berjalan, kelas elite internasional putra dan putri serta nasional putra dan putri merampungkan lombanya. Dari kelas internasional putra, muncul pelari Kenya, Hendry Kipsigei Chirchir, yang jadi juara dengan catatan waktu 29 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara dari bagian putri ada pelari Ethiopia, Aberu Kebede Shewaye, yang punya catatan waktu 32 menit 31 detik. Di level nasional, Agus Prayogo dan Tryaningsih masih jadi yang terbaik.

Tentu lomba ini punya makna tersendiri bagi masing-masing pemenang, terkhusus Agus dan Triyaningsih yang menjadikan JI10K ini sebagai pemanasan jelang digelarnya SEA Games 2011 November mendatang. Apalagi Triyaningsih harus rela terkulai lemas dan pingsan ketika menyentuh garis finis.

Tapi, cerita tak hanya untuk milik para peserta tapi juga warga DKI Jakarta. Lomba yang dihelat di hari Minggu tentunya jadi tontonan gratis yang menarik bagi mereka-mereka yang sedang berolahraga pagi di sekitar area perlombaan, dari mulai Semanggi hingga bilangan Monas.

Sepanjang jalan aksi para pelari membuat aktivitas warga terhenti sejenak, sekadar melihat jalannya lomba. Jalanan yang sepi dari kendaraan bermotor relatif membuat lalu lintas lancar, meski hari ini bukan jatahnya Car Free Day.

Namun, kondisi ini justru sedikit tak menyenangkan bagi para pewarta foto yang hendak mengabadikan aksi para pelari khususnya atlet asing dan nasional. Ramainya para warga yang menonton membuat pergerakan mobil pick up yang mengangkut fotografer sedikit kesulitan mengimbangi pelari.

Bahkan ada yang mempertanyakan mengapa jalur lomba sepanjang 10 KM itu tak disterilkan terlebih dulu saat lomba berlangsung oleh pihak Polda Metro Jaya. Hal tersebut dipertanyakan juga oleh pihak panitia.

Tak hanya itu, adanya helikopter milik Polda Metro Jaya yang berseliweran sepanjang lomba dan terbang rendah, diakui cukup menggangu masyarakat sekitar area lomba. Keluhan tak hanya muncul dari media peliput, tapi ada juga pelari yang mengatakan demikian.

Kejadian ini tentunya menjadi pelajaran bagi semua pihak agar pada perhelatan tahun depan tidak lagi terulang. Tapi secara kesuluruhan JI10K yang tahun ini berjalan dengan lancar dan sukses.




(mrp/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads