Pemuda kelahiran AS, 7 Januari 1997 tersebut kini sudah siap mengikuti lomba karting senior Asian Karting Open Championship (AKOC) 2011 atau kelas Formula Senior Open 125 cc dengan menggunakan mesin KF2 Vortex.
Untuk tujuan itu Andersen sudah melakukan persiapan teknis dengan cara melakukan pengujian di Genk, Belgia, pada bulan Mei lalu. Saat itu ia menggunakan sasis Kosmic Mercury KF dan mesin Vortex KF2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil ini memang di luar target kita. Sedangkan alasan Andersen melanjutkan kariernya di kelas Senior Formula Open 125 cc adalah karena faktor berat badan yang sudah overweight sampai 10 kg untuk kelas junior, yang sebelumnya dilakoni," terang Wachjudi Martono, ayahanda Andersen, dalam rilis yang diterima detikSport.
Andersen, yang kini akan melanjutkan sekolah di Jakarta, Indonesia, setelah sebelumnya menimba ilmu di Singapura, mengaku menikmati penampilan perdananya di kelas senior tersebut.
"Rasanya lebih kompetitif berlaga di kelas senior. Apalagi saya harus menyesuaikan diri dengan gokart yang lebih cepat, dan para peserta yang lebih berpengalaman," ujarnya.
Untuk musim ini, Andersen turun di lima seri AKOC masing-masing Macau, Filipina, Indonesia, Thailand dan Macau. Sedangkan untuk kejuaraan Eropa, di lomba Rock World Championship di South Garda, Italia dan CIK FIA KF2 Asia Pacific Championship di Jepang sebagai pengganti Monaco Kart Cup KF3 di Monaco.
"Andersen butuh jam terbang untuk menambah pengalamannya berlomba di kancah internasional. Bila sudah matang, ia akan mengikuti perlombaan formula di masa mendatang," kata Wachjudi.
Selama kiprahnya ini, Andersen ditangani tim manajer Roland Chong dan tuner Olivier Marechal serta mekanik Christophe Noel dan Joko Riyanto. Mereka tergabung dalam Kart Master Racing Team.
(krs/arp)











































