World Grand Prix Voli
Jerman Incar Jepang, Kuba Merendah
Rabu, 14 Jul 2004 23:51 WIB
Jakarta - Empat tim kuat dunia siap menggegerkan Jakarta dengan aksi-aksi lapangannya. Tim Jerman menargetkan mengalahkan Jepang, sementara juara Olimpiade 2000, Kuba tidak ingin memandang remeh para lawannya.Jerman yang diwakili oleh manajernya Endres Thorstein mengungkapkan bahwa tim mereka di putaran kedua ini tidak menargetkan juara di Jakarta. Pasalnya, lawan berat seperti Kuba dan Rusia sangat sukar dikalahkan. Harapan untuk keluar di urutan ketiga mengungguli Jepang adalah sasaran bagi Jerman."Kami tahu peta kekuatan Kuba dan Rusia, menaklukan mereka sangatlah tidak mungkin. Untuk tidak kalah secara memalukan kami tetap bermain sebaik-sebaiknya dan mengalahkan Jepang," ujar Thorstein di Hotel Hilton, Rabu (14/7/2004).Sementara itu, pelatih Kuba Luis Calderon bersikap merendah dengan menjawab pertanyaan kesiapan mereka tidaklah sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tim mereka tahun ini adalah generasi baru dan hanya ada satu orang pemain yang pernah ikut Olimpiade. Meski demikian, pada putaran pertama di Thailand, negara yang terkenal dengan cerutunya ini keluar sebagai peringkat pertama."Sekarang tim kami masihlah anak-anak baru, masih kurang pengalaman. Apalagi menghadapi tim sekuat Rusia, kami masih belum yakin. Namun tetap kami akan berusaha sebaik mungkin," kata Calderon.Rusia sendiri lewat pelatihnya Nikolai Karpov optimis bias mengambil kemenangan dari Jerman dan Jepang. "Kami siap menjadi nomor satu. Jerman dan Jepang pasti kami kalahkan, untuk Kuba saya belum bisa prediksi, karena mereka tim kuat," tandas Karpov.Kalau ketiga negara di atas merasa yakin dengan penampilannya, justru Jepang tidak terlalu berharap banyak. Menurut manajer tim Masae Nakamura, tim mereka baru masuk Grand Prix kurang lebih satu tahun empat bulan, jika menghadapi tim kuat seperti Kuba atau Rusia tentulah hasilnya tidak bisa ditargeti untuk memuaskan. "Kami masih baru, untuk melawan tim kuat, kami hanya bisa berusaha tampil tidak mengecewakan," kata Nakamura.Digelarnyar Grand Prix Voli dunia di Jakarta, merupakan angin segar bagi Indonesia. Setelah sembilan tahun sejak diadakan, akhirnya bisa kembali ke Jakarta, tepatnya di Istora GBK Senayan. Ketua Umum PB PBVSI Rita Subowo mengungkapkan kegembiraanya bisa menjadi tuan rumah. "Tentu saja kepuasaan menjadi tuan rumah lagi setelah 9 tahun merupakan kebanggaan bagi Indonesia. Lebih gembira lagi jika tim Indonesia nanti bisa menjadi peserta. Oleh karena itu, semoga dengan event ini dukungan masyrakat untuk voli makin besar," tandas Rita. (key/)











































