Acara pembukaan dipusatkan di Stadion Manahan Solo. Selain para atlet, pelatih, ofisial, tamu undangan, ribuan warga Solo juga menyaksikan langsung memenuhi tribun utara dan selatan stadion. Sedangkan tribun barat digunakan untuk tamu dan tribun timur dikosongkan.
Dalam sambutannya, Wapres menegaskan dalam acara tersebut tidak hanya menghadiri sebuah pembukaan ajang olahraga, melainkan juga merayakan setidaknya nilai-nilai kemanusiaan yang amat mulia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai kemanusiaan yang kedua adalah semangat hidup dan teguhnya tekad mengingat para atlet yang bertanding adalah para penyandang cacat. Sedangkan nilai kemanusiaan ketiga adalah kejujuran dan sportivitas selama berkompetisi dengan menjunjung tinggi aturan main.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan berbagai hiburan dan garapan tari kolosal dengan judul 'Campusari Nusantara' karya koreografer Deni Malik. Sepanjang acara dari awal hingga akhir lokasi acata diguyur gerimis cukup deras, namun seluruh penonton tetap duduk setia hingga akhir.
Sedangkan api kaldron dinyalakan oleh Memet Lesmana, mantan atlet Paralympic. Memet menerima obor api dari Sabar Gorky, pemanjat tebing cacat kaki yang beberapa waktu lalu berhasil menjejakkan kakinya di puncak Gunung Kilimanjaro.
(mbr/krs)











































