Datang sepekan sebelum start, pereli berusia 34 tahun itu mengaku sedang melalukan persiapan guna meraih hasil lomba yang baik. Apalagi lintasan sepanjang 1.217,77 kilometer di Akropolis merupakan yang terberat dengan lebih banyak gravel dan juga bebatuan jika dibandingkan seri lainnya.
Sesi survey lintasan, atau biasa disebut reece, disebut Rifat bakal memegang peranan penting untuk memulai balapan. Dengan mengetahui medan yang bakal dilewati, mobil bisa dipersiapkan dengan maksimal guna mencatatkan waktu terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hari terakhir besok, reece akan mehambil lintasan Bauxites, Drossohori, elikonas, dan Thiva.
"Kami telah melakukan persiapan yang optimal. Di lintasan Acropolis Rally ini, selain kecepatan, konsistensi juga sangat diperlukan. Sesi survey atau reece kali ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk mempelajari dan membiasakan diri dengan trek dan mendan," jelas pereli yang membela bendera Fastron World Rally Team itu.
"Kami akan memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia. Mohon doa restu dan dukungan dari teman-teman semua," pintanya.
Terkait dengan kondisi cuaca Yunani cukup menyengat di siang hari, manajer tim Indra Prasetyo yakin bahwa perelinya tidak akan menemui karena hampir sama dengan kondisi di Indonesia.
"Cuaca di sini (Yunani) sangat panas di siang hari, dan bisa sangat dingin di malam hari. Karena kita berasal dari negara tropis, adaptasi terhadap cuaca tidak menjadi masalah. Tergantung dengan tingginya suhu, ban juga akan berperan penting terhadap hasil lomba," terang Indra.
Saat membalap di Reli Akropolis, Rifat bakal didampingi co-driver asal Briatania, Steve Lancaster. Dengan pengalaman yang mereka miliki, kedua pasangan itu diharapkan bisa meraih catatan waktu yang maksimal.
(a2s/krs)











































