Sesuai dengan janjinya, Rifat Sungkar benar-benar mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam memacu kendaraannya di hari ketiga tersebut. Di special stage terakhir, SS17 Ziria 2 sepanjang 21,36 km, Rifat berhasil melaluinya dalam waktu 15 menit 20,5 detik dan mencapai posisi 15 di klasemen umum dan posisi 2 di kelas Rally Class Championship (RCC).
Acropolis Rally sendiri merupakan seri kedua yang diikuti oleh Fastron World Rally Team di ajang World Rally Championship 2012. Di Acropolis Rally, yang berlangsung pada tanggal 24 β 27 Mei 2012 lalu, Rifat ditemani oleh Steve Lancaster sebagai co-driver dan navigator, menggantikan Scott Beckwith.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lintasan di SS5 di hari sangat tricky. Lintasannya keras, sangat cepat, dan penuh dengan batu. Kami terpaksa menghentikan langkah kami," ujarnya dalam rilis yang diterima oleh detikSport. "Beruntung kami tidak mengalami cedera, dan meskipun mobil sempat mengalami kerusakan, tim mekanik kami bisa mengatasinya," lanjutnya.
Sulitnya lintasan di Acropolis Rally ini juga dirasakan oleh para pereli dunia, seperti Ott Tanak (Estonia), Thierry Neuville (Belgia), Mads Ostberg (Norwegia) dan Nasser Al-Attiyah (Qatar). Berbagai hambatan yang menghadang membuat mereka mengalami pecah ban, menabrak batu, kerusakan rem, kerusakan water pump serta kerusakan radiator.
"Pada saat memasuki 3SS terakhir, yaitu SS20, SS21 dan SS22, saya dan Steve sepakat untuk sangat berhati-hati supaya bisa mencapai finish. Alhamdulillah, kami berhasil finish, bahkan bisa memperbaiki peringkat dari 39 pada hari kedua, menjadi 20 di akhir lomba," kata Rifat.
Rifat dan Fastron World Rally Team berhasil meraih prestasi dengan menjadi Juara 3 di kelas Rally Class Championship (RCC) dan menerima trofi sebagai Juara 2 Class 3/Group N Umum.
Setelah Acropolis Rally, Fastron World Rally Team akan melanjutkan pertarungannya di ADAC Rallye Deutschland di Jerman pada tanggal 24β26 Agustus.
Sementara itu, Subhan Aksa menorehkan prestasi manis dengan menggondol podium ke-2 kelas Production World Rally Championship (PWRC). Keberhasilan itu diklaim lantaran Subhan bisa mengendalikan ritme mobil Mitsubishi Evo X serta mampu membaca situasi lintasan yang sangat kasar dan licin.
Pereli dari Bosowa Rally Team itu tidak mengesampingkan peran Jeff Judd, navigator senior yang menyertainya, serta Dave McShane (Racetorque Australia) yang menyiapkan mobil. "Jeff lakukan tugasnya dengan luar biasa, begitu pun tim yang membuat mobil ini
hebat dan mudah dikendarai,β katanya.
"Alhamdulillah kami dapat hasil yang bagus dengan finis ke-2. Secara keseluruhan kunci Reli Yunani kali ini terletak pada menghindari masalah. Saya sangat senang dengan hasil tersebut. Kami memiliki mobil yang bagus, tanpa kendala sama sekali. Kami mendapatkan poin yang sangat berarti dan Insya Allah di seri-seri berikutnya kita mendapat poin yang lebih lagi," lanjutnya.
"Selanjutnya kami akan tetap tenang karena perjalanan masih panjang dan masih menyisakan 4 seri lagi. Masih banyak hal yang perlu kita perbaiki, tapi setidaknya dengan hasil ini kami yakin kita sudah berada di jalur yang tepat. Kita masih harus bekerja keras bahkan lebih keras lagi untuk mempertahankan prestasi ini," kata manajer Bosowa Rally Team, Hade Mboi.
(roz/a2s)











































