Tour d’Indonesia 2004
Dua Tim Luar Negeri Mundur
Kamis, 19 Agu 2004 14:57 WIB
Jakarta - Sebelas tim dari luar negeri yang semula direncanakan akan ikut berlaga Dji Sam Soe Tour d’Indonesia tak bisa terealisasi. Dua tim menyatakan absen di even balap sepeda terbesar di Indonesia. Dua tim peserta dari luar negeri yang menyatakan mundur adalah Vietnam dan Swiss. Namun kedua tim ini tidak memberikan alasan mengenai ketidakikutsertaan mereka di ajang ini. Akhirnya hanya 17 tim peserta yang dipastikan akan ikut dalam ajang balap sepeda yang akan digelar dari tanggal 27 September hingga 6 Oktober 2004 ini dari Jakarta hingga Bali.Absennya dua tim luar negeri ini membuat panitia menambah dua tim lokal yang sebelumnya hanya diperkuat satu timnas dan lima klub lokal yang berperingkat lima besar ini.Lima klub lokal tersebut memiliki poin terbesar setelah mengikuti serangkaian kualifikasi yaitu Dji Sam Soe Tour de Jabar, Tour d’Jakarta, tour d,Surabaya dan tour d’Sulawesi. “Karena tim luar negeri kurang maka dua tim lokal yang menempati rangking 6 dan 7 dimasukan,” jelas Sekjen ISSI Sofyan Ruzian setelah acara penandatanganan MOU antara Dji Sam Soe dan ISSI di Le Meredien, Kamis (19/8/2-004).Ke-17 tim yang akan tampil diantaranya Thailand, Hong Kong, Malaysia dan Iran. Sedangkan klub lokal yang menempati peringkat ke-6 dan 7 adalah Kencana bike team dan Pengda Lampung. Para peserta akan menempuh jarak 1.503 km. Mereka akan melakukan start di Jakarta dan akan finish di Denpasar, Bali guna memperebutkan total hadiah 100.000 US$. Sementara timnas Indoensia sendiri baru diperkuat oleh empat dari lima pembalapnya dalam satu tim. Mereka adalah adalah atlet pelatnas timnas Indonesia Bangkit. Empat pembalap tersebut adalah Ferinanto, Suwandra, Ryan Ariehan, Rohmat Nugraha. Sedangkan Sofyan menambahkan satu pembalap lagi baru akan ditentukan setelah PON XVI. Sementara Ferinanto menunjukkan bahwa dirinya lebih memilih memperkuat timnas daripada memperkuatnya klubnya Polygon dalam ajang ini. Ia juga akan berusaha menjadi juara di setiap etapenya meskipun rute berat sekali. “Saya lebih memilih membela bangsa, kalau ada sanksi saya akan pikirkan nanti. Untuk rute berat sekali apalagi untuk rute pertama Jakarta ke Lembang tanjakan semua,” ujarnya. "Membayangkan saja sudah ngeri. Tapi ini pilihan saya ,enak nggak enak hanya perlu jalanin saja. Saya sendiri berusaha uang mengambil poin di jalur datar,” kata Ferinanto.“Saingan yang paling berat Uzbekistan, Filipina, Belanda dan Iran karena kekompakan dan kemampuan mereka rata ,” ujar pembalap asal Malang. (key/)











































