Jelang PON XVI
Listrik Dijamin Tidak Padam
Jumat, 20 Agu 2004 20:59 WIB
Palembang - Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumatera Selatan menjamin tidak ada pemadaman listrik di propinsi tersebut selama berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI.Meskipun pelaksanaan PON hanya berlangsung dua minggu, yakni 2-14 September 2004, namun jaminan listrik tidak padam berlaku selama satu bulan, terhitung mulai 25 Agustus sampai 25 September mendatang.Kendati demikian, sebagai konsekuensinya beberapa daerah tetangga akan terkena imbasnya, karena selama rentang waktu tersebut unit-unit pembangkit listrik di Sumsel tidak menyuplai listrik ke propinsi lain.Jaminan itu disampaikan Kepala PT PLN (Persero) Cabang Palembang, Ir. Syafri Djamil, kepada Wakil Gubernur Sumsel dr. Machyudin NS saat meninjau persiapan lampu di Stadion Gerola Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Jumat (20/8/2004).Syafri Djamil mengatakan, memang dalam beberapa hari ini pemadaman masih terjadi di beberapa titik dalam wilayah kota Palembang lantaran terkena beban puncak. Namun menjelang pelaksanaan PON pemadaman akan berkurang bahkan sampai titik nol.Sebelumnya, hari Kamis (19/8/2004) kemarin, seusai rapat koordinasi dengan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman di kantor Pemprov Sumsel, kepada pers, Syafri mengatakan suplai listrik di Stadion Gelora Sriwijaya berasal dari Genset bukan melalui sistem atau jaringan listrik dari pembangkit yang ada karena risikonya lebih kecil. "Kalau stadion disuplai dari sistem, jika terjadi gangguan saat pemindahan dari sistem ke genset dikhawatirkan butuh waktu lama karena harus berharap," katanya.Syafri juga mengatakan, mulai tanggal 25 Agustus hingga 25 September depan Sumsel nol pemadaman. Dan rencana ini sudah dikoordinasi dengan propinsi lain seperti Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan Lampung. Untuk sementara waktu Sumsel khususnya pada malam hari, tidak menyuplai energi listrik melalui sistem interkoneksi, jika terjadi defisit daya itu. "Ini sudah ada komitmen di antara lima propinsi. Dan mereka maklum di Sumsel ada PON," kata Syafri. (a2s/)











































