Jelang PON XVI
Kontingen Dimintai Uang Menginap
Jumat, 20 Agu 2004 21:40 WIB
Palembang - Belum lagi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI dimulai beberapa kontingen sudah mengeluh. Mereka yang telah berada di Sumatera Selatan mengaku dimintai uang oleh “panitia” untuk biaya akomodasi.Keluhan tersebut terdengar dari sejumlah atlet ski air dan dayung asal propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jawa Timur (Jatim), dan jawa Barat (Jabar) yang telah berada di Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI). Kepada pers hari Jumat (20/8/2004), mereka menceritakan pernah didatangi oknum yang mengaku panitia agar membayar Rp 350 ribu per hari per kontingen. Katanya uang tersebut untuk kepentingan biaya listrik yang membengkak hingga Rp 12 juta."Kemarin kami didatangi panitia yang menjelaskan bahwa seluruh kontingen akan ditarik ongkos sewa penginapan sebesar Rp 350 ribu," kata Dayono, salah satu pelatih asal Sulteng.Menurutnya, dalam Mukernas PODSI di Makassar beberapa waktu lalu, Pengda PODSI Sumsel berjanji kepada semua kontingen bahwa menjelang dan selama pertandingan seluruh akomodasi dan penginapan ditanggung panitia alias gratis."Kami heran, di Mukernas Makassar dijanjikan gratis oleh Pengda (Sumsel), tapi setelah di sini kok beda. Kalau begitu lebih baik kami boikot aja, ya nggak?" kata Dayono.Tetapi, dia bersama perwakilan kontingen lainnya terlebih dahulu akan mencari tahu duduk persoalan sebenarnya ke Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir. "Kami akan menemui pejabat pemerintah di sini besok (Sabtu). Jika memang diharuskan membayar pondokan, kami akan mendirikan tenda di kebun sawit, yang berada tak jauh dari sini," katanya."Atau bila di penginapan harus membayar, biar kami tidur di kolong rumah tersebut. Jadi tinggal membentangkan karpet saja, sebab apa pun keputusannya kami sepakat minta gratis," tambahnya. (a2s/)











































