Stadion Utama Pekanbaru Masih Bermasalah

Stadion Utama Pekanbaru Masih Bermasalah

Chaidir Anwar Tanjung - Sport
Senin, 25 Jun 2012 19:31 WIB
Stadion Utama Pekanbaru Masih Bermasalah
Pekanbaru - Sempat membongkar kursi-kursi penonton tapi kemudian dipasang lagi, pengerjaan Stadium Utama Pekanbaru masih bermasalah. Hari ini pihak subkontraktor masih menahan papan skor digital.

Kemarin, pihak subkontraktor membongkar ratusan kursi penonton, peralatan sound system serta papan skor pertandingan. Hal tersebut dilakukan karena pihak konsorsium tak memenuhi janji membayar 80% dari tunggakan, yang nilai tunggakannya mencapai Rp 30 miliar lebih.

Konsorsium terdiri dari tiga perusahaan BUMN yakni PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya dan PT Perumahan Pembangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah wartawan yang akan mengecek pembongkaran tersebut hari ini, Senin (25/6/2012), sempat dilarang petugas penjaga stadion utama yang berada di wilayah kampus Universitas Riau itu. Namun akhirnya mereka bisa masuk ke dalam stadion, dan menyaksikan bahwa sebagian kursi tersebut ternyata mulai dipasang kembali.

Meski demikian, pihak subkontraktor masih "menahan" sistem operasional papan skor digital, sampai semua kewajiban ketiga pihak kontraktor di atas dipenuhi.

"Kemarin kami sudah membongkar kursi, kalau sekarang dipasang lagi, yang masang bukan subkontraktor. Silakan saja mereka pasang kursinya lagi. Tapi mesti mereka ingat, pasword digital papan skor sudah kami copot," kata Juru Bicara Forum subkontraktor, Arik Setiawan dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (25/6/2012) di Pekanbaru.

Arik menegaskan, pihaknya tidak bermaksud menghambat penyelesaian stadion yang juga direncanakan dipakai untuk babak kualifikasi Piala Asia U-22 itu. Password papan skor digital itu akan diberikan apabila pihak konsorsium sudah melunasi utangnya.

"Utang pihak konsorsium itu kepada subkontraktor sebanyak Rp25 miliar. Sudah delapan bulan belum juga mereka lunasi. Karena itu kursi, alat digital lampu sorot dan password digital papan skor masih kami simpan. Kursi silakan saja mereka pasang lagi, tapi komponen penting elekroniknya sudah kami sita semua," ujar Arik.

Ia menambahkan, papan skor yang terpajang di stadion utama itu tidak akan berfungsi tanpa password. Begitu juga lampur sorot untuk pertandingan juga tidak akan menyala karena komponen pentingnya masih dit angan subkontraktor.

"Siapapun tidak akan bisa memfungsikan papan skor tersebut. Karena password-nya ada pada subkontraktor. Lagi pula kalau ingin dipasang yang baru, membutuhkan waktu minimal 6 bulan. Karena alat itu hanya ada di jual di Amerika," jelas Arik.

"Mohon maaf kepada masyarakat Riau, kita subkontraktor tidak ada niat ingin memboikot pertandingan Piala Asia. Kami semata-mata agar pihak konsorsium segera melunasi utangnya pada kami."



(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads