Pengisi Acara Lokal Masih Pakai Dana Sendiri

Jelang PON XVI

Pengisi Acara Lokal Masih Pakai Dana Sendiri

- Sport
Senin, 23 Agu 2004 23:02 WIB
Jakarta - Beberapa kelompok pengisi acara upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI mengeluh karena dana dari panitia belum turun sehingga mereka terus berlatih dengan menggunakan biaya sendiri.Kelompok pengisi acara tersebut di antaranya 800 personel paduan suara, 250 anggota drum band, 200 personel rodat, dan 500 pesilat. Mereka mengaku tidak tahu dengan nasib selanjutnya karena tidak mampu menanggung biaya sendiri terus-menerus.Ketua seksi panduan suara, Isnirihardi, kepada pers di sela-sela persiapan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang , Senin(23/8/2004), mengatakan selama ini pihaknya membiayai sendiri semua kebutuhan, terutama untuk latihan. "Belum ada dana yang mengalir ke kami," katanya.”Sampai sekarang uang makan, transport, dan kostum masih memakai uang pribadi. Kami tidak bisa ngomong dengan kondisi yang sangat rumit. Kami tidak tahu persis anggaran yang diajukan itu disetujui atau tidak. Meski disetujui dana tersebut dipangkas padahal dianggarkan lewat APBD,” kata Isnarihardi.Ia menambahkan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat kepada PB PON untuk menanyakan keberadaan dana tersebut. Namun sampai saat ini belum ada kabar yang pasti.Sebagaimana diketahui, dana panduan suara dialokasikan sebesar Rp 600 juta, namun dipangkas jadi Rp 525 juta, dan baru diberikan sebesar Rp 110 juta. Itu baru dana panduan suara, belum termasuk dana buat penari, pesilat, dan drum band yang totalnya mencapai Rp 1,2 miliar. ”Latihan kali ini merupakan latihan terakhir, sampai dana tersebut turun. Kita tidak bisa membiarkan mereka berlatih susah payah selama 6 bulan tidak mendapatkan fasilitas. Ya terpaksa hanya latihan di tempat masing-masing,” kata Isnirihardi.Sementara itu Kiagus HA Roni Hanan, Ketua seksi Pencak Silat mengatakan persoalan seksi penari silat tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami seksi paduan suara.Apa yang dijanjikan PB PON dalam keputusan rapat tak satupun terealisasi secara tepat tentang pencairan dana tersebut. ”Mereka (PB PON red) lebih mementingkan tim dari Jakarta yang dipimpin oleh Helmi Yahya. Sedangkan SDM daerah, mereka abaikan,” kata Roni. Helmi adalah ketua event organizer yang menangani upacara pembukaan dan penutupan PON.Ketua Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) ini mencontohkan, untuk pembukaan PON XVI, biaya untuk penyanyi rock saja dananya bisa digunakan untuk 1.000 penari (lokal). ”Lantas, kalau begini terus, kapan lagi kita bisa mengangkat seniman Sumsel,” sergahnya.Begitu pun dengan Ridho, koordinator drum band Sumsel, yang belum mengetahui secara jelas apa tugas yang mesti dikerjakan. Ia mengatakan, dengan kondisi serupa drum band yang dipimpinnya tidak bisa latihan dan menjajal lapangan di Stadion Gelora Sriwijaya. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads