Evaluasi Hasil Olimpiade Usai PON

Evaluasi Hasil Olimpiade Usai PON

- Sport
Selasa, 24 Agu 2004 17:18 WIB
Jakarta - KONI Pusat direncanakan akan melakukan evaluasi terhadap hasil perolehan medali di Olimpiade Athena 2004 usai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVI di Palembang.Evaluasi tersebut baru bisa dilakukan setelah sehabis PON berakhir karena para atlet-atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Athena sedang sibuk memperkuat daerah mereka masing-masing di PON yang akan digelar mulai tanggal 2-14 September 2004.β€œEvaluasi hasil Olimpiade Athena baru akan kita laksanakan setelah PON Palembang, jadi BidangPembinaan Prestasi masih akan terus memantau perkembangan yang ada," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat, Djoko Pramono di Jakarta, Selasa (24/8/2004). "Kitapun masih memiliki peluang untuk menambah medali dari cabang Taekwondo lewat atlet Satrio dan juga Juana Wangsa Putri yang baru akan bertanding pada tanggal 26 Agustus nanti,” lanjut Djoko Pramono.Di Olimpiade 2004, perolehan medali Indonesia berada di bawah Thailand. Namun Djoko Pramono menegaskan bahwa hal itu bukan merupakan kegagalan karena Indonesia masih memiliki peluang dari dua taekwondoin Indonesia. β€œMeski peluangnya kecil, namun kita tidak boleh pesimis. Untuk Thailand, ini merupakan pertama kalinya meraih medali emas di Olimpiade, sementara Indonesia sudah tiga kali Olimpiade selalu meraih medali emas, meski ada penurunan,” ujarnya.Djoko juga menyingkapi masalah Lisa Rumbewas. Menurutnya, apa yang dilakukan lifter Papua yang menyumbangkan medali perak pada cabang angkat besi, merupakan sebab akibat masalah masa lalu yang dihadapi Lisa Rumbewas dengan PB PABBSI terutama dengan Ketua Umum PB, Darma Surya.Namun Djoko menegaskan bahwa dirinya berusaha untuk adil. β€œSaya disini tidak akan membela satu pihakpun, karena masalah tersebut merupakan imbas dari masalah yang dulu pernah terjadi antara Lisa dengan PB PABBSI pimpinan Dharma Surya,” katanya.Sedangkan rencana PB PABBSI yang ingin meminta Lisa membuat klarifikasinya sehubungan dengan sikap bermusuhan dengan Dharma Surya ketika penjemputan di Bandara Soekarno Hatta pada harui Sabtu (21/8/2004) kemarin, Djoko menilai itu sepenuhnya hak dan wewenang PABBSI.β€œKalau PB PABBSI meminta Lisa melakukan klarifikasi atas sikap dia karena tidak mau menyalami Dharma Surya itu memang hak PB PABBSI, kalaupun memang Lisa dianggap bersalah atas tindakannya dan PB PABBSI mau memberikan sanksi organisasi itu juga hak mereka,” tukasnya. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads