Jateng Target Minimal 4 Besar

PON XVIII

Jateng Target Minimal 4 Besar

- Sport
Senin, 27 Agu 2012 14:39 WIB
Jateng Target Minimal 4 Besar
detiksport/Angling Adhitya
Semarang - Berkekuatan 488 atlet, Jawa Tengah menargetkan posisi minimal empat besar di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Pekanbaru, Riau. Mereka juga mengincar 57 keping medali emas.

"Sudah siap bertanding. Target kami adalah 57 emas," ungkap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng, Sudiro AP, dalam acara pelepasan atlet di gGedung Gradhika, Jl Pahlawan, Semarang, Senin (27/8/2012).

Cabang olah raga yang diunggulkan Jateng dalam PON tahun ini, lanjut Sudiro, adalah atletik, paralayang, olahraga dirgantara, sepatu roda, menembak dan taekwondo. Meski demikian ia mengaku tidak menutup kemungkinan cabang olahraga lain akan mengharumkan nama Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa yang diunggulkan, namun tidak menutup kemungkinan cabang lain juga ada," tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo menambahkan, selain target 57 emas, diharapkan kontingennya bisa meningkatkan prestasinya dari PON sebelumnya yaitu mendapatkan peringkat lima.

"Kalau sebelumnya kita peringkat kelima, ya tahun ini setidaknya keempat. Atau kalau bisa ketiga, kedua, bahkan peringkat pertama," imbuh Bibit.

Salah satu atlet Jateng dari cabang tenis meja, Novianti Candra mengatakan dirinya akan berjuang sebaik mungkin untuk bisa menyumbangkan emas untuk daerahnya.

"Tegang sekali, tapi siap tidak siap harus siap. Saya dan rekan-rekan akan berjuang untuk mendapatkan emas," kata gadis cantik asal Solo itu.

Persiapan matang sudah dilakukan sejak Mei lalu, lanjut Novianti. Jadwal latihan pun diterapkan dari hari Senin hingga Sabtu . "Latihan dari Senin hingga Sabtu siang," tutur atlet berusia 22 tahun itu.

PON XVIII digelar di Riau pada 9-20 September. Ibukota menggelar 25 cabang olahraga, sedangkan 14 cabor lainnya disebar di 9 kabupaten/kota lain di Riau.

Awalnya upacara pembukaan dijadwalkan 9 September dan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun karena presiden ada agenda ke luar negeri, seremoni diundur menjadi tanggal 11 September.


(a2s/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads