PON XVI
Jakabaring Masih Sepi dari PKL
Selasa, 31 Agu 2004 21:20 WIB
Palembang - Harapan pemerintah Sumatera Selatan bahwa penyelenggaraan PO XVI berdampak ekonomis bagi masyarakat setempat tampaknya belum terlihat. Di Jakabaring belum banyak warga memanfaatkan momen tersebut dengan berjualan.Dua hari menjelang pembukaan PON XVI, suasana di Jakabaring, khususnya di lokasi arena pertandingan, media center dan pemukiman atlet, tampak sepi dari aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat kecil, seperti berdagang minuman air mineral dan makanan.Meski demikian pihak panitia merasa yakin para pedagang bakal beraktivitas setelah PON resmi dibuka hari Kamis (2/9/2004). βBesok pasti sudah banyak yang jualan. PON βkan belum dibuka,β kata Dewa, staff Humas PB PON Sumsel.Hanya saja panitia tampaknya perlu memperhatikan kecemasan sebagian pedagang yang masih trauma dengan penggusuran terhadap para pedagang kecil atau pedagang kaki lima (PKL). Hal ini disebabkan dalam sebulan terakhir pemerintah kota Palembang dalam menyambut PON XVI cukup gencar melakukan penertiban kepada para pedagang kaki lima, eceran, pengamen dan anak jalanan.βKami sih mau saja berjualan. Tetapi takut nanti ditangkap dan digusur,β kata Komariah, seorang warga korban penggusuran Jakabaring, yang masih bertahan di tanahnya dengan membangun sebuah pondok. βNantilah kami lihat perkembangannya. Kalau aman, kami berjualan,β sambungnya. (a2s/)











































