Gelar Turnamen, Ketua DPRD Dituduh Kacaukan PON XVI
Kamis, 02 Sep 2004 23:23 WIB
Jakarta - Ketua DPRD Ogan Komering Ilir (OKI) Mawardi Yahya mendapat protes dari masyarakat. Pasalnya, turnamen sepakbola yang memperebutkan piala bergilir miliknya "Mawardi Yahya Cup" dinilai telah mengacaukan PON XVI. Turnamen sepakbola Mawardi Yahya Cup itu digelar dari tanggal 1-18 September 2004, persis bersamaan dengan jadwal PON XVI. Turnamen berlangsung di lapangan sepakbola Tanjungraja, dan diikuti 32 klub dari Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI). Dan, dalam dua hari ini, setiap hari sedikitnya 2.000 orang menyaksikan turnamen ini. Terhadap turnamen ini sejumlah masyarakat di Tanjungraja protes dan keberatan. "Kegiatan itu jelas ingin merusak image penyelenggaraan PON XVI. Apalagi salah satu pertandingan yakni dayung berlangsung di Telukgelam, daerah sini," kata Husni Thamrin, seorang warga kepada Detikcom, melalui telepon, Kamis (2/9/2004). Menurut Husni Thamrin, yang juga ketua DPC PNBK Ogan Komering Ilir, turnamen yang digelar Mawardi itu bernuansa politis. "Memang ada sejumlah perbicangan di masyarakat bahwa PON XVI ini menjadi ajang kampanye Megawati di Sumsel. Tapi, toh, jangan memecah masyarakat," kata Husni. Mawardi Yahya sendiri saat ini tercatat sebagai Ketua DPRD OKI, dan dia tercatat sebagai Ketua DPD Partai Golkar OKI. Jika mau mengkritik penyelenggaraan PON, kata Husni, seharusnya masyarakat diajak bersama-sama mengkritisi penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan ini, bukan dengan cara menggelar turnamen tandingan. "Ini seolah-olah mengajak masyarakat di OKI untuk tidak mengikuti dan menikmati PON. Jadi, kami protes dan minta turnamen itu dihentikan, sampai penyelenggaraan PON XVI selesai digelar," tegasnya. (key/)











































