Jelajahilah Palembang

PON XVI

Jelajahilah Palembang

- Sport
Jumat, 03 Sep 2004 15:45 WIB
Jakarta - Anda yang kebetulan sedang berada di Palembang untuk urusan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI, sebaiknya sisihkan waktu untuk menikmati ibukota Sumatera Selatan ini.Cukup banyak tempat di Kota Pempek ini yang layak disinggahi, termasuk β€œmejeng” di Jembatan Ampera atau mengarungi sungai Musi yang terkenal itu. Anda yang membawa kendaraan bisa berhenti dan parkir di Jembatan Ampera pada malam hari. Di atas jembatan yang panjangnya 1,77 kilometer dan lebar 22 meter itu Anda dapat menyaksikan kehidupan di sepanjang sungai Musi, baik ke arah hulu maupun hilir. Namun Anda jangan terkejut jika jembatan yang dibangun pemerintah Soekarno dari tahun 1962-1964 ini bergetar ketika kendaraan lalu lalang. Ini tak lain disebabkan bagian tengah jembatan terpotong karena dulu dipakai sebagai batas badan jembatan yang bisa dinaik-turunkan. Tapi lantaran pengangkatan dan penurunan membutuhkan waktu sekitar 39 menit dan dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas, fungsi itu dihentikan sejak tahun 1970-an. Jika bosan di atas jembatan Ampera Anda dapat menyusuri sungai Musi. Jika ingin menelusuri sungai yang panjangnya sekitar 540 kilometer ini, Anda dapat menyewa perahu ketek atau speedboad. Tapi jika Anda ingin melihat kehidupan di sepanjang sungai Musi di tengah kota Palembang, sebaiknya naik perahu ketek. Jika Anda orang yang baik, sewa saja perahu ketek itu seharian dengan harga Rp 100 ribu. Tetapi untuk perahu ketek ukuran sedang sebaiknya jangan membawa teman lebih dari tiga orang.Untuk memperoleh jasa penyewaan perahu ketek datanglah ke dermaga di depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II atau Benteng Kuto Besak. Jangan lupa membawa bekal makanan atau minuman biar perut tidak keroncongan di tengah jalan, eh sungai. Dengan menelusuri sungai Musi ke arah hulu Anda dapat mampir ke Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya di Karang Anyar. Di tempat ini Anda akan masuk ke museum yang akan menjelaskan perjalanan salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara ini. Anda juga dapat mengunjungi Bukit Siguntang, tempat suci agama Budha di era kerajaan Sriwijaya di Abad ke-VII. Setelah kembali ke dermaga, Anda bisa langsung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin. Di museum ini Anda akan menemukan sejarah Kesultanan Palembang. Museum ini sendiri merupakan bangunan terakhir milik Kesultanan Palembang. Berjalan sekitar 200 meter Anda akan masuk ke Benteng Kuto Besak. Inilah benteng dengan arsitektur Perancis di Abad 16 yang dibangun Sultan Palembang Darussalam, yakni Sultan Mahmud Badaruddin II. Lalu, jika tiba waktu salat, Anda dapat menghadap Allah di Masjid Agung atau Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I. Letaknya sekitar 500 meter dari Benteng Kuto Besak. Masjid itu dibangun Sultan Machmud Badaruddin Jayo Wikramo I dari tahun 1738-1748. Pada awalnya masjid ini hanya mampu menampung 1.200 jemaah. Setelah direnovasi beberapa kali, termasuk di era Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad, kini masjid bersejarah itu dapat menampung 10 ribu jemaah. Menara Masjid Agung dibangun oleh Sultan Ahmad Najamuddin pada tahun 1758. Arsitektur Masjid Agung sangat dipengaruhi oleh budaya Cina, seperti dilihat dari konstruksi, hiasan maupun pilihan warnanya. Setelah berjalan-jalan, Anda tentunya ingin berbelanja. Di mana sebaiknya Anda berbelanja? Biasanya orang akan belanja songket dan ukiran jika berada di Palembang. Bila Anda ingin mendapatkan songket asli dengan harga yang relatif dapat ditawar, Anda dapat berkunjung ke pusat kerajinan songket di daerah Suro, 30 Ilir. Tetapi, jika Anda ingin membawa buah tangan yang murah dan banyak, Anda dapat mengunjungi los songket di belakang Matahari Dept, Ilir Barat Permai. Soal ukiran, mungkin sebaiknya Anda ke pusat kerajinan ukiran dan barang antik milik Mir Senen Galeri. Di galeri yang sering dikunjungi Megawati Soekarnoputri ini, Anda tak perlu takut. Berapapun uang yang Anda bawa dapat dibelanjakan. Selama berjalan-jalan Anda mesti tetap waspada dengan aspek keamanan. Ada baiknya ponsel atau dompet Anda simpan baik-baik di dalam tas atau ditaruh di saku celana bagian depan, demi menghidari tangan-tangan usil para pencopet yang cukup banyak berkeliaran. Selamat menjelajahi Palembang. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads