PSSI Larang 4 Pemain Tampil di PON

PON XVI

PSSI Larang 4 Pemain Tampil di PON

- Sport
Senin, 06 Sep 2004 01:05 WIB
Palembang - Dua pemain dari Sumatra Utara dan Lampung dihukum oleh PSSI tidak boleh tampil selama PON XVI. Sedangkan wasit Hariyanto Jamal dari Sulawesi Selatan juga tidak boleh memimpin pertandingan selama PON XVI. Sanksi kepada empat pemain, dua dari lampung dan dua dari Sumut diberikan oleh Komisi Disiplin PSSI dan Panpel PON XVI menyusul perkelahian massal yang melibatkan pemain dan official dalam pertandingan di Stadion Patrajaya, Plaju, Palembang, Minggu (5/9/2004).Ke-4 pemain itu adalah Frans Sinatra dan Dasef Aprilian dari Lampung, serta Saktiawan Sinaga dan Markus Horison dari Sumut. Sementara wasit Hariyanto Jamal dari Sulawesi Selatan yang memimpin pertandingan itu juga tidak boleh memimpin pertandingan sepakbola selama PON XVI.β€œSaya baru saja diberitahu oleh pihak komisi PSSI. Saya diminta menyampaikan informasi ini,” kata Kasatintelpam Poltabes Palembang, AKP Ratno Kuncoro, kepada Detikcom, di Media Center PON XVI, Jakabaring, Palembang, Minggu (5/9/2004).Perkelahian antarpermain dan official yang terjadi dalam pertandingan Lampung dan Sumut membuat komisi disiplin PSSI melakukan pertemuan mendadak di Hotel Bumi Asih, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Minggu (5/9/2004) malam tadi.Sementara soal kemungkinan adanya aparat polisi yang memukul official salah tim kesebelasan yang bertanding, masih dibahas. Kapolsek Sungaigerong, Plaju, Palembang, AKP Djodi Winarno, juga menyatakan tidak tahu persis soal kemungkinan adanya polisi yang melakukan aksi pemukulan.β€œJustru saya sendiri terkena pukulan di kepala. Tetapi, saya tidak tahu siapa yang memukul. Yang jelas, itu masalah biasa. Kalau saya tadi terpancing, itu tidak baik bagi tim kami yang turun sekitar 250 orang,” kata Djodi.Djodi juga berkilah peristiwa itu terjadi di awal pertandingan. Meskipun sempat terhenti tetapi pertandingan dilanjutkan. β€œKalau memang benar terkena pukulan kenapa para pemain dapat melanjutkan pertandingan. Ini bukan soal bela, tapi saya mencoba menemukan faktanya,” kata Djodi. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads