PON XVI
Ricuh Lagi, Wartawan Jadi Korban
Kamis, 09 Sep 2004 19:29 WIB
Palembang - Kericuhan kembali mewarnai cabang sepakbola di PON XVI. Seorang wartawan mengalami cedera setelah terkena lemparan penonton dalam pertandingan Sumatera Selatan versus Jawa Timur yang berkesudahan 1-1.Wartawan yang malang itu bernama Muhammad βJakβ Zaini dari harian Sriwijaya Post. Kepalanya bocor kena botol minuman suplemen yang dilempar seorang penonton tuan rumah seusai babak pertama.Sebenarnya lemparan tersebut ditujukan kepada wasit Oleh Hadi. Penonton marah karena keputusan-keputusan Hadi di lapangan sering merugikan tim tuan rumah. Namun pelampiasan kekesalan penonton salah sasaran. Seusai babak pertama, Jak yang hendak mengambil foto terkena botol melayang dan langsung terjatuh. Darah segar mengucur dari kepalanya. Karena lukanya cukup parah, ia lalu dilarikan ke Rumah Sakit Charitas di Jl. Jenderal Sudirman.Kepemimpinan wasit Hadi di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Kamis (9/9/2004) sore itu memang kerap memancing kekesalan pendukung tuan rumah. Beberapa kali kesalahan yang dilakukan pemain-pemain Jatim sering dibiarkan begitu saja oleh Hadi.Sikap seperti ini akhirnya memancing kemarahan penonton. Akibatnya, setiap kali pemain Sumsel ditekel atau wasit mengambil keputusan yang dianggap merugikan Sumsel, puluhan penonton melemparkan botol-botol air mineral ke tengah lapangan, bahkan ada juga yang melempar botol (beling) minuman suplemen.Di babak kedua kemarahanan penonton belum berhenti. Bahkan ketika peluit panjang berbunyi mereka terus melakukan pelemparan botol ke arah lapangan. Apalagi tim kesayangan mereka, Sumsel, hanya bermain imbang 1-1 sehingga gagal lolos ke semifinal dari Grup D. Untuk menghindari masalah lebih runyam, aparat keamanan kemudian mengumpulkan pemain dan suporter Jatim ke tengah lapangan. Mereka baru dibawa ke luar stadion satu jam setelah pertandingan usai dengan kawalan petugas.Seusai pertandingan, sejumlah pemain Sumsel mengejar wasit dan melakukan protes. Bersamaan dengan itu puluhan botol menyambut wasit Hadi yang lari ke ruang tunggu wasit.Pelatih Sumsel Jairo Matos juga tampak marah dengan kepemimpinan wasit. "Seharusnya pertandingan penting seperti ini jangan dipimpin oleh wasit yang nggak benar. Wajar saja kok penonton marah jika wasitnya seperti itu," katanya.Dalam pertandingan itu sendiri, permainan sekitar 60 persen dikuasai Sumsel. Di menit ke-9 Sumsel unggul lebih dulu lewat gol penyerang Isoeardi. Namun di menit ke-23 Jatim mampu mencetak gol balasan hasil tembakan Rahel. Hasil tersebut membuat Jatim menjadi runner up Grup D dan berhak mendampingi Papua ke babak semifinal. (a2s/)











































