3 Rekor Tercipta di Angkat Besi

PON XVI Palembang

3 Rekor Tercipta di Angkat Besi

- Sport
Senin, 13 Sep 2004 14:16 WIB
Palembang - Lifter putra Nanggroe Aceh Darussalam Yudi Suhartono berhasil menorehkan rekor PON baru untuk tiga kategori di kelas 94 kg. Sementara kelas 85 kg dikuasai lifter Jawa Barat.Di hadapan Ketum KONI Pusat Agum Gumelar yang mendatangi Hall Unsri Palembang, Senin (13/9/2004), Yudi berhasil memperbaiki rekor PON yang tercatat atas nama Tarso setelah mencatat total angkatan seberat 312,5 kg. Rekor Tarso yang dicatatkan tahun 2000 lalu adalah 300 kg.Tak hanya itu, lifter yang peraih meraih medali emas di dua SEA Games terakhir ini juga mampu memperbaiki rekor PON untuk dua jenis angkatan yaitu snatch dan clean and jerk.Yudi mampu mengangkat beban seberat 140 kg untuk jenis angkatan snatch, sementara untuk jenis angkatan clean and jerk ia mencatat angkatan terbaik 185 kg. Rekor lama, yang juga dicatatkan Tarso, sebelumnya adalah 130 kg untuk snatch dan 170,5 kg untuk clean and jerk.Yudi, yang baru di PON XVI ini turun di kelas 94 kg, mengaku puas dengan hasil yang diperolehnya. Pasalnya kelas ini merupakan kelas yang baru sama sekali buatnya."Saya kesini untuk meraih medali emas. Tentu saja saya puas dengan hasil saya, soalnya kelas yang saya masuki ini merupakan kelas baru, sebelumnya saya selalu berlaga di nomor 85 kg," ujarnya sambil menebar senyum.Di kelas 85 kg sendiri, Yudi mampu menorehkan beberapa prestasi dunia. Antara lain, medali emas SEA Games Vietnam 2003 dan SEA Games Malaysia 2001 lalu.Sementara di kelas 85 kg, lifter Jawa Barat Sandow Weldemar Nasution berhasil mempersembahkan medali emas buat kontingennya setelah mencatat total angkatan 312,5 kg.Medali perak jatuh kepada lifter DKI Jakarta Asep Rahmat Hidayat. Ia sebenarnya mampu mencatatkan total angkatan yang sama dengan Sandow, namun atlet Jabar itu dinyatakan berhak meraih emas karena memiliki bobot tubuh yang lebih ringan dari Asep.Medali perunggu di nomor ini jatuh kepada lifter Bengkulu Kosmas Manik. Kosmas meraih total angkatan 295 kg.Keberhasilan Sandow meraih emas tampaknya cukup memikat Ketum KONI. Menurut Agum, pihaknya kini tengah membangun konsep pembinaan baru yang mengedepankan perhatian buat atlet junior yang punya potensi.Setelah PON berakhir kami akan melakukan evaluasi. Kami ingin agar atlet junior yang berprestasi mendapatkan tempat lebih di pelatnas. Lifter-lifter seperti Yudi (Suhartono) dan Sandow juga, di angkat besi, adalah beberapa contoh diantaranya, ucap Agum. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads