Tonton Mundur dari Tour d'Indonesia
Rabu, 22 Sep 2004 14:30 WIB
Jakarta - Raja Tanjakan Indonesia Tonton Susanto memutuskan mundur dari ajang pertandingan balap sepeda bergengsi Tour d'Indonesia 2004. Cedera bahu memaksanya absen.Tonton yang hadir di acara konferensi pers Dji Sam Soe Tour d'Indonesia di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (22/9/2004), secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dalam tim nasional Indonesia yang akan beraksi di pertandingan balap sepeda berhadiah total USD 100.000 itu.Atlet Jawa Barat yang baru saja mendapatkan medali emas PON XVI Palembang di nomor time trial 40 km mengaku dirinya gagal ikut beraksi dikarenakan cedera bahu yang didapatkannya saat mengikuti Tour d'Sulawesi pada bulan Juli lalu."Patahnya tulang bahu kanan saat Tour d'Sulawesi tidak membuat saya maksimal. Latihan 4 sampai 5 jam malah membuat bahu saya bertambah bengkak, makanya saya putuskan mundur dan tidak ikut Tour d'Indonesia," tutur Tonton.Menurutnya keputusan ini diambil setelah ia mencoba melakukan latihan di sekitar rumahnya di Pangandaran, usai mengikuti PON. Namun hasilnya tidak begitu memuaskan, bahkan jika ia latihan lebih dari dua jam saja bahunya mulai kesakitan."Saya menyatakan siap turun ikut memperkuat timnas di Tour d'Indonesia ketika ikut PON. Tapi sepulangnya dari Palembang, latihan saya tidak mencapai kondisi puncak, bahu makin sakit. Saya periksa ke dokter dan disuruh istirahat satu bulan," jelasnya.Dengan mundurnya Tonton maka posisinya pun akan digantikan oleh atlet nasional lainnya. Menurut Sekjen ISSI Sofyan Ruzian, Kohar asal Purwokerto terpilih menggantikan Tonton."Karena cedera mau tidak mau Tonton harus absen, yang menggantikannya atlet asal Purwokerto, Kohar. Jadi nanti timnas akan diisi Ferinanto, Suwandra, Nugraha Rochmat, Ariehan Ryan dan Kohar," ujar Sofyan.Tou d'Indonesia sendiri akan dimulai dari tanggal 27 September mendatang mengambil start di Balai Kota Jakarta. Melewati kota-kota seperti Lembang, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Jember, Banyuwangi dan berakhir di Denpasar, Bali pada 6 Oktober 2004. (erk/)











































