KONI Persiapkan Atlet ke TC Asia
Kamis, 23 Sep 2004 23:36 WIB
Jakarta - Sukses Cina menjadi runner up di pesta olahraga dunia, Olimpiade 2004 memicu semangat negara-negara di Asia termasuk Indonesia untuk bisa meningkatkan prestasi di ajang yang sama. Dijelaskan Sekjen KONI, Johar Arifin Husein sepulang dari OCA (Olimpic Commite Asia) Meeting di Bangkok, Kamis (23/9/2004), mengungkapkan bahwa fenomena prestasi negara Asia yang meningkat secara tajam di Athena menjadi bahasan pertama OCA. Hal itu membuat OCA terpacu membuat sebuah program untuk kebangkitan Asia di Olimpiade berikutnya. Selain itu, Olimpiade 2008 yang akan digelar di Beijing, Cina menjadi moment yang pas untuk mewujudkan. "OCA meminta komite-komite di seluruh Asia mempersiapkan diri kebih dini untuk menghadapi Olimpiade di masa mendatang, " ujar Sekjen Johan Arifin Husein kepada wartawan di Cikarang, Kamis (23/9/2004)."Apalagi momentnya sangat pas karena Olimpiade 2008 akan di gelar di Beijing untuk itu akan dibangun high level training Asia," lanjut Johar usai pemberian hadiah eletronik kepada kontingen Olimpiade dari Samsung di Cikarang. Pusat pelatihan tersebut rencananya akan dibangun pada tahun 2005 di Cina, Korea dan Iran. Pemilihan ketiga negara tersebut didasari oleh fasilitas SDM dan pretasi ketiga negara ini di Olimpiade yang terbilang cukup signifikan. Sedangkan Indonesia sebagai salah satu peserta OCA berhak mengirimkan pelatih atau atletnya ke TC TC tersebut. Namun masih akan dilihat lebih dahulu cabang olah raga yang memang pantas berguna bagi pelatih atau pun untuk atlet. Selain itu OCA juga membahas Olimpic Solidarity yaitu sebuah program bantuan untuk atlet. Sedangkan pada awal November 2005, OCA juga direncanakan akan menggelar event Asia Indoor I. Namun berhubung bersamaan dengan SEA Games 2005 di Filipina maka Indonesia hanya akan mengirimkan atlet atlet yang bukan atlet Sea Games. (key/)











































