Lance Armstrong Akui Pakai Doping

Lance Armstrong Akui Pakai Doping

Okdwitya Karina Sari - Sport
Jumat, 18 Jan 2013 13:34 WIB
Lance Armstrong Akui Pakai Doping
Oprah Winfrey Network via Getty Images
Austin -

Kabar yang menyebut Lance Armstrong telah mengakui menggunakan doping benar adanya. Pengakuan tersebut dibuat Armstrong dalam acara Oprah Winfrey Show yang tayangannya belum lama ini disiarkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, wawancara itu sejatinya sudah dilakukan sejak Senin (14/1) di kediaman Armstrong di Austin, Texas, Amerika Serikat. Akan tetapi, ketika itu Oprah menolak memberikan informasi terkait hasil wawancaranya dengan mantan atlet balap sepeda itu.

Dalam wawancara itu, Armstrong mengakui telah menggunakan doping untuk memenangi ketujuh gelar juara Tour de France secara beruntun pada 1999-2005.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya," aku Armstrong saat ditanya secara langsung apakah dia menggunakan doping untuk meningkatkan performa dalam balap sepeda.

Jawaban "iya" juga dilontarkan pria berusia 41 tahun itu saat Oprah menggunakan zat-zat terlarang tertentu seperti erytrhopoietein, hormon pertumbuhan manusia dan doping darah.

Pertanyaan cukup menohok kini dilancarkan Oprah. Ia bertanya setelah sekian lama menyangkal mengapa baru sekarang Armstrong mengaku menggunapan doping.

"Aku tidak tahu aku punya sebuah jawaban yang bagus," jawab Armstrong. "Ini sudah terlambat, mungkin untuk kebanyakan orang dan itu kesalahanku."

"Aku memandang situasi ini sebagai sebuah kebohongan besar yang aku ulang berkali-kali. Ini bukan seolah-olah aku bilang tidak dan menghindarinya. Sementara aku menjalani proses ini, aku tahu kebenarannya. Kebenarannya bukanlah apa yang aku sudah ku katakan dan sekarang hilang."

Tadinya, Armstrong dipandang sebagai salah satu olahragawan terhebat saat memenanangi balap sepede paling bergengsi Tour de France tujuh kali beruntun. Namun tanpa doping, ia mengaku tak akan mampu membuat pencapaian itu.

"Tidak pada generasi itu Aku tidaklah menemukan budaya tersebut tapi aku tidak mencoba menghentikan budaya itu," sahut dia.

"Sulit membicarakan soal budaya. Aku tidak ingin menuduh orang lain. Aku disini untuk membeberkan kesalahan-kesalahanku," sambung Armstrong sebagaimana dilansir dari Reuters.

Armstrong mengatakan dirinya tidak pernah memikirkan menjadi seorang penipu dan sempat yakin bisa lolos dari skandal ini. Namun, ia tidak bisa lolos setelah tes-tes setelah kompetisi diperkenalkan dan prosedur tes ditingkatkan.

Terakhir kali Armstrong berbuat curang pada 2005 saat juara Tour de France untuk terakhir kali. Setelah itu Armstrong sempat pensiun selama empat tahun sebelum comeback pada 2009 dan tidak lagi memakai doping sejak saat itu.

"Aku menghormati definisi orang yang curang untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Aku tidak memandangnya seperti itu. Aku memandangnya sebagai situasi dimana seseorang memiliki peluang yang sama untuk sukses."

Setelah pensiun, Armstrong mengira dirinya tidak akan terjerat di kasus ini. Namun, adanya investigasi USADA (Badan Doping Amerika Serikat) selama dua tahun membuat dia dijatuhi sanksi berupa pencabutan gelar dan skorsing seumur hidup dari balap sepeda.

"Hukuman" bagi Armstrong belum berhenti sampai disitu. Armstrong juga ditinggalkan oleh para sponsornya serta pencabutan medali perunggu yang diraihnya di Olimpiade 2000.

Selain itu, Armstrong juga akan menghadapi tuntutan-tuntutan lain buntut dari pengakuannya iniserta diharuskan untuk membayar kembali sejumlah uang yang dia hasilkan dari suksesnya.

"Aku pikir aku sudah aman (dari masalah). Aku hanya menyangka cerita-cerita ini akan berlanjut hingga waktu yang lama. Kita sekarang duduk disini karena ada sebuah penyelidikan kasus kriminal selama dua tahun," sahut Armstrong.

(rin/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads