Triyatno sudah merasakan masalah pada lututnya bahkan sebelum dia tampil di Olimpiade 2012. Namun ketika itu dia tetap tampil di London dan bahkan meraih prestasi membanggakan dengan meraih medali perak.
Baru pada Selasa (26/3/2013) kemarin dia akhirnya naik meja operasi di RS Premier Bintaro Jakarta Selatan pada Selasa (26/3). Operasi tersebut ditangani oleh tiga dokter ortopedic sports medicine, yang dipimpin oleh dr Sapto Adji, dr Bobby Natanael Nelwan dan dr I Gusti Made Febry Siswanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokter Sapto Adji, Triyatno mengalami cedera pada lutut kirinya. Cedera tersebut mempengaruhi fisik Triyatno, dan karenanya operasi harus segera dilakukan untuk mengembalikan kondisinya.
"Kami telah melakukan operasi pembenahan pada lutut Triyatno. Dia mengalami cedera pada tulang dan sendi lututnya. Kami tentunya telah mencoba melihat apa yang terjadi dan memperbaikinya. Sekarang tinggal masa pemulihan saja," terang dr. Sapto Adji.
Usai Triyatno menjalani operasi, KOI berharap dia dapat tampil membela Indonesia di berbagai ajang. Terlebih ada beberapa kejuaraan yang harus diikuti.
"Kami sangat bersyukur operasi Triyatno berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan menpora. Triyatno adalah atlet yang berpotensi. Ini adalah bentuk kepedulian KOI kepada atletnya," terang Ketua KOI Rita Subowo.
"Triyatno sudah harus kembali ke dunia angkat besi setelah masa pemulihan. Karena kami akan menghadapi SEA Games 2013, Asean Games dan Olimpiade 2016," sambung Rita.
(ads/din)











































