Bos Manchester City Hugo Viana menyebut duel melawan Real Madrid seperti final kepagian. Man City dan Madrid sama-sama jadi pesaing serius gelar Liga Champions.
Man City terundi dengan Madrid di babak 16 besar Liga Champions. The Citizens lolos dari fase liga secara otomatis setelah menempati peringkat kedelapan klasemen, sedangkan Madrid mesti melalui playoff dengan menyisihkan Benfica (agregat 3-1).
Kedua tim sudah berjumpa di fase liga pada Oktober lalu. Man City keluar sebagai pemenang usai membenamkan Los Blancos 2-1 di Santiago Bernabeu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Real Madrid menyisikan Manchester City tiga kali. Yang terakhir terjadi pada perempatfinal Liga Champions 2023/24, di mana Madrid memenangi adu penalti setelah agregat imbang 4-4 sampai waktu tambahan di leg kedua.
"Ini akan jadi sebuah duel yang rumit sekaligus indah untuk dimainkan," kata Viana dikabarkan Mundo Deportivo. "Di laga-laga semacam ini, tidak pernah ada favoritnya."
"Ini seperti sebuah final kepagian, dengan tipe para pemain dan pelatihnya. Kualitas dari kedua tim itu sangat tinggi. Selalu jadi duel yang berbeda dibandingkan dengan apa yang sedang terjadi di liga domestik."
Lebih lanjut, Viana, meyakini faktor pelatih bisa memengaruhi. Manchester City dilatih Pep Guardiola, salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini, melawan Real Madrid racikan mantan pemainnya sendiri, Alvaro Arbeloa.
"Memiliki Pep itu berarti memiliki pelatih terbaik di dunia -- seorang pelatih yang sangat berpengalaman. Tapi pada akhirnya, itu adalah pertandingan selama 180 menit yang mana kami harus bermain dengan sangat baik di level yang sangat tinggi. Kami akan siap, dan pastinya Real Madrid juga," pungkas Viana.
(rin/bay)











































