Kritik tersebut disampaikan ketua fraksi PAN DPRD Riau, Bagus Santoso, kepada detikcom, Senin (22/4/2013), menanggapi keputusan pemindahan lokasi ISG tersebut tadi siang.
Alasan terbesar pemerintah mengubah tempat event tersebut adalah karena Pekanbaru (Riau) masih memiliki sejumlah masalah yang menghambat persiapan, sedangkan waktu kian mepet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika hanya alasan ketidaksiapan Riau, mestinya hal itu menjadi tanggungjawab bersama pihak lokal dengan pemerintah pusat.
"Mari kita kerja sama dan berjibaku bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada di Riau selaku tuan rumah. Mestinya begitu, jangan hanya pandai mencari alasan ini dan itu."
Pemindahan ISG ke Jakarta tersebut dianggap Bagus sebagai bentuk pencorengan terhadap marwah masyarakat Riau. Ini mencerminkan tidak adanya komunikasi yang baik antara daerah dan pusat.
"Menpora itu jangan hanya pandai menyalahkan kita di daerah. Justru dia (Roy) selaku menteri harus mengajak kerja sama yang baik untuk menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi tuan rumah. Ini kok malah buat malu kita selaku orang Riau. Kita di daerah ini intinya siap menggelar ISG," tukas Bagus.
Pada awalnya ISG 2013 akan dilakukan di Pekanbaru, Riau, pada 6-17 Juni mendatang. Namun banyaknya masalah, seperti venue yang belum rampung dan kasus korupsi PON 2012 yang melibatkan Gubenur Riau sekaligus ketua pelaksana ISG Rusli Zaenal, membuat rencana awal dinilai tak mungkin dilanjutkan.
Roy juga sempat mewacanakan akan memundurkan ISG ke bulan September. Akan tetapi, hal itu urung dilakukan karena berbarengan dengan persiapan Pilkada Riau. Maka diputuskan ISG akan digelar pada 22 September hingga 1 Oktober.
(cha/a2s)










































