Demikian disampaikan Dardityo Santoso dari D&D Production, yang mengorganisir event tersebut bersama Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi DKI Jakarta, menjelang gelaran Jakarta International 10K pada hari Minggu (23/6/2013) mendatang.
Lomba yang ditargetkan diikuti 35 ribu orang itu dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WIB, dan rencananya dilepas oleh Gubernur Joko Widodo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya Monas sudah ramai sejak subuh. Soalnya, makin siang datangnya, Monas sudah macet. Juga, dengan datang lebih awal peserta bisa dapat posisi start yang lebih depan," jelas Dardityo kepada detiksport.
Teknis start, rombongan terdepan adalah pelari elite nasional dan internasional. Di belakang mereka ada sekitar 300 pelari buffer dari Universitas Negeri Jakarta, yang berfungsi sebagai "pagar" supaya peserta umum tidak menerobos atau merangsek dengan "liar".
"Kalau pelari profesional itu 'kan tidak kencang saat start. Yang mereka lakukan adalah konsisten. Nah, kalau pelari 'awam' banyak yang langsung tancap gas -- dan cepat kehabisan tenang juga di tengah lari."
Rute Jakarta International 10K, yang bertema "Green Energy For New Jakarta", adalah dimulai di Silang Monas Barat Daya menuju Jl. MH Thamrin dan menuju Jl. Jendral Sudirman, kemudian berputar di depan Kampus Unika Atmajaya dan menuju finis juga di Silang Monas Barat Daya.

(a2s/roz)











































